Pertamina Umumkan Harga BBM Terbaru Berlaku 1 April 2026, Ini Rincian Kenaikan Sebelumnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — PT Pertamina (Persero) dijadwalkan mengumumkan penyesuaian harga baru Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Selasa malam (31/03). Harga terbaru tersebut akan mulai berlaku pada Rabu, 1 April 2026.

Sebagai penyedia utama BBM nasional, Pertamina secara rutin melakukan evaluasi dan penyesuaian harga pada akhir setiap bulan, yang kemudian diberlakukan pada periode bulan berikutnya. Kebijakan ini mengikuti dinamika harga energi global serta mekanisme yang telah diatur pemerintah.

Pada penyesuaian sebelumnya di awal Maret 2026, Pertamina tercatat menaikkan sejumlah jenis BBM nonsubsidi. Beberapa di antaranya yakni Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green 95, Dexlite (CN 51), serta Pertamina Dex (CN 53).

Baca Juga :  Jaksa Agung Copot Kajari Karo, Danke Rajagukguk Dimutasi ke Jabatan Fungsional

Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan sebesar Rp500 per liter, dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp400 per liter menjadi Rp13.100 per liter dari sebelumnya Rp12.700 per liter.

Kemudian, Pertamax Green 95 turut mengalami kenaikan Rp450 per liter menjadi Rp12.900 per liter. Adapun Dexlite (CN 51) meningkat cukup signifikan sebesar Rp950 per liter menjadi Rp14.200 per liter. Sedangkan Pertamina Dex (CN 53) naik Rp1.000 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Ahmad Muzani Kenang Pengalaman Jadi Wartawan, Tegaskan Kemanusiaan di Atas Segalanya

Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM subsidi pada Maret 2026 tidak mengalami perubahan. Pertalite (RON 90) tetap berada di angka Rp10.000 per liter, sementara solar subsidi dipatok Rp6.800 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi mengacu pada regulasi pemerintah serta mengikuti fluktuasi harga energi di pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin, menanggapi isu kenaikan harga BBM nonsubsidi hingga 10 persen yang disebut-sebut akan berlaku mulai 1 April 2026.

Berita Terkait

Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet
Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan
Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya
Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial
Magang Nasional 2026 Batch 3 Segera Dibuka, Simak Jadwal Pendaftaran hingga Pengumuman Seleksi
IHSG Anjlok 1,22%, MBSS Dapat Kontrak Rp6 Triliun dan BUMI Ekspansi ke Australia
BMKG Petakan Wilayah Berisiko Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Daerahnya

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:41 WIB

Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB