Heshen, Pejabat Terkaya dan Terkorup di Dinasti Qing yang Kekayaannya Lampaui Kas Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Praktik korupsi di kalangan pejabat bukanlah fenomena baru dalam sejarah. Salah satu tokoh yang paling terkenal dalam catatan sejarah dunia adalah Heshen, pejabat tinggi pada masa Dinasti Qing di China, yang dikenal memiliki kekayaan luar biasa hasil penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam buku The Peking Gazette: A Reader in Nineteenth-Century Chinese History karya Lane J. Harris, Heshen disebut sebagai salah satu figur yang berkontribusi terhadap kemunduran pemerintahan Qing. Ia diduga menyalahgunakan jabatan dengan menempatkan orang-orang kepercayaannya dalam birokrasi, menguras keuangan negara, hingga melakukan tindakan represif terhadap rakyat.

Meski demikian, para sejarawan sepakat bahwa keruntuhan Dinasti Qing tidak dapat disebabkan oleh satu individu semata. Namun, nama Heshen tetap melekat sebagai simbol korupsi yang merajalela pada masa itu.

Baca Juga :  Mel C Ungkap Kisah Asmara dan Perjuangan Spice Girls Menembus Dominasi Boy Band

Karier Heshen sendiri dimulai dari posisi rendah sebagai pengawal istana pada tahun 1772. Nasibnya berubah drastis setelah bertugas di lingkungan dalam istana, tepatnya di Gerbang Qianqing, yang membuatnya menarik perhatian Kaisar Qianlong.

Dalam waktu singkat, kariernya melesat luar biasa. Hanya dalam kurun kurang dari satu tahun, Heshen berhasil menduduki berbagai jabatan penting, mulai dari pengawal utama istana, Wakil Letnan Jenderal, hingga posisi strategis seperti penasihat agung dan Menteri Rumah Tangga Kekaisaran.

Selama lebih dari dua dekade, ia menguasai berbagai posisi kunci di pemerintahan. Pengaruhnya semakin kuat setelah menjalin hubungan keluarga dengan Kaisar Qianlong melalui pernikahan anaknya dengan putri kesayangan sang kaisar. Puncaknya, ia dianugerahi gelar bangsawan tinggi sebagai adipati pada tahun 1798.

Baca Juga :  Persija Taklukkan PSBS Biak, Borneo FC Comeback Dramatis di Kandang PSM Makassar

Namun, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah wafatnya Kaisar Qianlong pada Februari 1799, kekuasaan Heshen runtuh seketika. Ia dijatuhi hukuman mati secara simbolis dengan perintah bunuh diri menggunakan tali sutra—sebuah praktik yang umum bagi pejabat tinggi pada masa itu.

Saat meninggal, Heshen dikenang sebagai lambang keserakahan dan buruknya tata kelola pemerintahan. Dalam buku Rising China and Its Postmodern Fate, Volume II karya Charles Horner, disebutkan bahwa total kekayaan Heshen mencapai sekitar 1.100 juta tael perak—jumlah yang diperkirakan setara dengan pendapatan kekaisaran selama 15 tahun.

Kisah Heshen menjadi pengingat kuat bahwa kekuasaan tanpa pengawasan dapat berujung pada penyimpangan besar yang berdampak luas bagi sebuah negara.

 

Berita Terkait

HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi
Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat
H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030
Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota
Jaga Adat Lamo Pusako Usang, Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Musyawarah dan Amanah Adat
Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Struktur Paramenti Tigo Luhah Semurup Berpedoman pada ico Pakai
ISMI Kerinci–Sungai Penuh Hadir, LAM Kerinci Dorong Sinergi untuk Penguatan Adat
Dinda Putri Khamisah, Putri Kerinci yang Bawa ITB Wakili Asia Pasifik di Final Global 2026

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:03 WIB

HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:24 WIB

H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Jaga Adat Lamo Pusako Usang, Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Musyawarah dan Amanah Adat

Berita Terbaru