Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan dua prajurit Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon gugur di Lebanon selatan.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyampaikan bahwa kedua prajurit tersebut tewas dalam insiden ledakan yang terjadi di dekat wilayah Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026). Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan dua insiden berbeda yang saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Ledakan yang belum diketahui sumbernya itu menghancurkan kendaraan yang ditumpangi para prajurit. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Lebanon selatan.

Pihak Israel Defense Forces menyatakan telah mengetahui laporan kejadian tersebut dan tengah melakukan peninjauan menyeluruh untuk memastikan apakah insiden tersebut berkaitan dengan aktivitas kelompok Hizbullah atau operasi militer lainnya.

Baca Juga :  Cara Mudah Mengadu Soal Data Kependudukan, Ini 7 Layanan Resmi Dukcapil yang Bisa Diakses dari Rumah

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Sementara itu, Kepala Operasi Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengecam keras insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik apa pun.

Sebelumnya, satu prajurit TNI juga dilaporkan gugur pada Minggu (29/3) akibat ledakan proyektil di dekat posisi UNIFIL di wilayah Adchit al-Qusayr. Insiden tersebut diduga terkait eskalasi konflik antara militer Israel dan Hizbullah.

Dalam kejadian itu, selain korban jiwa, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Korban diketahui berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti, Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Salah satu prajurit yang gugur bernama Praka Farizal Rhomadhon.

Baca Juga :  Oknum Wartawan di Mojokerto Ditangkap Polisi saat Diduga Memeras Pengacara

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Narsullah, menyatakan bahwa korban merupakan bagian dari Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang sedang menjalankan tugas perdamaian.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan mendesak dilakukannya penyelidikan yang transparan dan menyeluruh.

Selain itu, Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan Lebanon, menghentikan serangan terhadap warga sipil serta infrastruktur, dan kembali menempuh jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Pemerintah turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia.

Berita Terkait

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat
Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”
WNI Kini Bisa Masuk Kanada Pakai eTA, Biaya Cuma Rp90 Ribu dan Tanpa Biometrik

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:00 WIB

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan

Berita Terbaru