Rudal Balistik Guncang Kyiv, Ukraina Siaga Tinggi Jelang Peringatan Invasi Rusia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kyiv, Pribhumi.com – Ledakan besar mengguncang ibu kota Ukraina, Kyiv, akibat serangan rudal balistik yang terjadi sebelum fajar pada Minggu (22/2/2026). Insiden ini terjadi hanya dua hari sebelum peringatan empat tahun invasi besar-besaran oleh Rusia.

Menurut laporan AFP, serangkaian ledakan keras terdengar sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat, tak lama setelah sirene peringatan serangan udara diaktifkan di seluruh kota.

Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, menyatakan bahwa ibu kota menjadi target serangan senjata balistik. Ia mengimbau warga untuk segera berlindung di tempat aman guna menghindari risiko korban.

Baca Juga :  Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir Tahun Meski Minyak Dunia Naik

Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran di atap sebuah gedung permukiman, meskipun belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa dalam insiden di Kyiv.

Tak lama setelah itu, Angkatan Udara Ukraina memperluas peringatan serangan udara ke seluruh wilayah negara, memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan. Situasi ini juga meningkatkan kewaspadaan di wilayah perbatasan barat Ukraina.

Militer Polandia turut merespons dengan mengerahkan jet tempur setelah mendeteksi aktivitas penerbangan jarak jauh militer Rusia yang terkait dengan operasi serangan di Ukraina.

Sementara itu, beberapa jam sebelumnya, ledakan juga terjadi di kota Lviv, wilayah barat Ukraina yang relatif jarang menjadi sasaran serangan mematikan.

Baca Juga :  Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara Terluka

Ledakan di Lviv terjadi sekitar pukul 00.30 dini hari di kawasan pusat perbelanjaan. Insiden tersebut menewaskan seorang polisi wanita dan menyebabkan 15 orang lainnya mengalami luka-luka saat aparat merespons laporan gangguan keamanan.

Wali Kota Lviv, Andriy Sadovyi, menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan terorisme, meskipun belum ada informasi resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab.

Serangan di wilayah yang jauh dari garis depan kini semakin sering terjadi dalam dua tahun terakhir, menunjukkan meningkatnya eskalasi konflik dan ancaman keamanan di seluruh wilayah Ukraina.

Berita Terkait

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius
Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran
Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg
Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian
Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng
Perundingan Iran–AS di Islamabad Diprediksi Dimulai, Tegangan Timur Tengah Jadi Sorotan
AS Pilih Pakistan Jadi Mediator dengan Iran, Ini Alasan di Baliknya
Trump Desak Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon, Ketegangan Iran–Israel Picu Penutupan Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:00 WIB

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius

Sabtu, 18 April 2026 - 09:42 WIB

Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran

Senin, 13 April 2026 - 17:00 WIB

Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg

Senin, 13 April 2026 - 08:42 WIB

Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 13:00 WIB

Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng

Berita Terbaru