KERINCI, Pribhumi.com – Kemunculan seekor harimau yang diduga Harimau Sumatera di kawasan perladangan warga Desa Ujung Ladang, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, membuat masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan.
Satwa dilindungi tersebut dilaporkan terlihat berada di area kebun dan ladang yang selama ini menjadi lokasi utama aktivitas warga. Keberadaannya menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memicu interaksi negatif antara manusia dan satwa liar.
Menanggapi laporan masyarakat, Pemerintah Desa Ujung Ladang segera menyampaikan permohonan penanganan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melalui surat resmi Nomor 008/19/VI/Pem-UL/2026 yang ditandatangani Kepala Desa Ujung Ladang, Holmeri Saldi.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pada Rabu, 3 Juni 2026, warga melaporkan adanya seekor harimau yang terlihat berkeliaran di kawasan perladangan masyarakat.
“Berdasarkan laporan masyarakat Desa Ujung Ladang, Kecamatan Gunung Kerinci, pada hari Rabu, 3 Juni 2026, telah terlihat seekor harimau berkeliaran di perladangan warga,” demikian isi surat yang disampaikan kepada BKSDA Jambi.
Munculnya predator puncak tersebut di area aktivitas masyarakat membuat sebagian warga memilih membatasi kegiatan berkebun untuk sementara waktu demi menjaga keselamatan.
Pemerintah desa berharap BKSDA Jambi dapat segera melakukan pengecekan lapangan dan mengambil langkah-langkah penanganan yang diperlukan guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang dilindungi.
Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Jambi, H. Udin Ikhwanuddin, S.P., M.E., saat dikonfirmasi Media Andalas Group menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait laporan tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai arahan Kepala Balai.
Langkah awal yang akan dilakukan meliputi koordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) serta pihak-pihak terkait agar penanganan dugaan kemunculan Harimau Sumatera di wilayah Desa Ujung Ladang dapat dilakukan secara terpadu dan kolaboratif.
Selain itu, BKSDA Jambi juga akan membentuk tim satuan tugas (Satgas) mitigasi internal serta menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan sesuai prosedur penanganan satwa liar dilindungi.
“Hingga saat ini kami masih melakukan koordinasi dan persiapan langkah mitigasi yang diperlukan,” ujar Udin.
Sampai berita ini diterbitkan, masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta menghindari aktivitas seorang diri di kawasan perladangan yang jauh dari permukiman serta segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait apabila menemukan jejak maupun keberadaan harimau di sekitar wilayah mereka.
Kehadiran harimau di kawasan penyangga hutan merupakan kondisi yang perlu ditangani secara hati-hati agar keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengganggu kelestarian satwa yang menjadi bagian penting dari ekosistem hutan Sumatera tersebut.






