AS Bersiap Cetak Uang US$250 dengan Potret Donald Trump

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Washington DC, Pribhumi.com – Pemerintah Amerika Serikat mulai melakukan langkah awal untuk kemungkinan penerbitan uang kertas pecahan US$250 yang menampilkan wajah Presiden Donald Trump. Rencana tersebut masih menunggu persetujuan Kongres AS sebelum dapat direalisasikan.

Saat ini, aturan federal di Amerika Serikat melarang pencetakan mata uang dengan gambar tokoh yang masih hidup. Namun, sejumlah sekutu Trump di Kongres telah mengusulkan rancangan undang-undang baru agar aturan tersebut dapat dikecualikan dalam momentum peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.

Juru bicara Departemen Keuangan AS menyebut pihaknya tengah menjalankan proses kajian serta persiapan administratif sebagai respons terhadap usulan legislasi tersebut.

Menurut para pengusul, uang pecahan baru itu akan menjadi simbol perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang diperingati pada 2026 mendatang.

Jika akhirnya disahkan, uang kertas itu akan menjadi simbol terbaru yang menampilkan identitas Donald Trump dalam berbagai institusi dan simbol nasional Amerika.

Sejauh ini, konsep visual resmi uang kertas US$250 belum diumumkan ke publik. Meski demikian, Bureau of Engraving and Printing (BEP) yang berada di bawah Departemen Keuangan disebut telah diminta menyiapkan rancangan desain awal.

Baca Juga :  Serangan AS–Israel Hantam Fasilitas Minyak Iran, Puluhan Tewas dan Luka-luka

Departemen Keuangan menegaskan bahwa proses tersebut masih bergantung sepenuhnya pada keputusan legislatif Kongres.

Rancangan undang-undang mengenai uang kertas US$250 pertama kali diajukan oleh anggota DPR AS dari Partai Republik asal South Carolina, Joe Wilson. Agar berlaku, usulan itu harus mendapatkan persetujuan DPR dan Senat AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pihaknya akan mengikuti ketentuan hukum jika legislasi tersebut nantinya resmi disahkan. Ia juga mengaku tidak melihat masalah apabila tokoh yang masih menjabat ditampilkan dalam uang peringatan nasional.

Meski demikian, rencana itu dinilai berpotensi bertentangan dengan aturan federal lain yang hanya mengizinkan denominasi tertentu untuk dicetak. Dalam ketentuan yang berlaku saat ini, pecahan US$250 tidak termasuk dalam daftar resmi.

Saat ini, uang pecahan terbesar yang beredar di Amerika Serikat adalah US$100 dengan gambar Benjamin Franklin.

AS sebenarnya pernah menerbitkan uang bernilai besar seperti US$500, US$1.000 hingga US$10.000. Namun pencetakannya dihentikan sejak 1969 dan kini sebagian besar hanya menjadi koleksi numismatik.

Baca Juga :  HIPMI Kerinci Silaturahmi ke Jenderal Nazali Lempo, Bahas Penguatan Pengusaha Muda

Pembuatan mata uang baru di AS biasanya memerlukan waktu panjang karena melibatkan sejumlah lembaga, termasuk Federal Reserve dan US Secret Service. Selain itu, desain uang umumnya dirahasiakan hingga beberapa bulan sebelum dirilis untuk mencegah pemalsuan.

Belum diketahui apakah uang kertas US$250 dapat selesai diproduksi tepat waktu sebelum perayaan 250 tahun kemerdekaan AS pada 4 Juli mendatang.

Rencana tersebut menuai kritik dari sejumlah politisi Demokrat. Senator Mark Warner menilai pemerintah seharusnya lebih fokus menangani persoalan ekonomi masyarakat dibanding proyek simbolik yang dianggap hanya mengangkat citra presiden.

Menurut Warner, warga AS saat ini masih menghadapi tekanan biaya hidup mulai dari harga bahan bakar, kebutuhan pokok, perumahan hingga layanan kesehatan.

Sejak kembali menjabat, Trump memang beberapa kali mendorong penggunaan nama maupun citranya pada sejumlah simbol dan fasilitas nasional. Beberapa proyek yang disebut terkait antara lain perubahan identitas Kennedy Center, penampilan potret Trump di paspor AS, hingga desain ulang pesawat kepresidenan Air Force One sesuai preferensinya.

 

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat
Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”
WNI Kini Bisa Masuk Kanada Pakai eTA, Biaya Cuma Rp90 Ribu dan Tanpa Biometrik
Prabowo dan Macron Bahas Palestina hingga Kerja Sama Strategis Indonesia-Prancis
Derita Gaza Kian Dalam, Warga Palestina Tiga Tahun Gagal Haji dan Tak Bisa Berkurban
Iran Pertimbangkan Pindahkan Uranium Diperkaya ke China di Tengah Tekanan AS
Alex Marquez Cedera Parah, Dipastikan Absen di MotoGP Italia dan Hungaria

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:00 WIB

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:00 WIB

PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:00 WIB

Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

WNI Kini Bisa Masuk Kanada Pakai eTA, Biaya Cuma Rp90 Ribu dan Tanpa Biometrik

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00 WIB

AS Bersiap Cetak Uang US$250 dengan Potret Donald Trump

Berita Terbaru

Tips dan informasi

5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Lebih Bahagia dan Nyaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

Kesehatan

Jadwal Tidur Berantakan Bisa Mengancam Kesehatan Jantung

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00 WIB