China Eksekusi 11 Anggota Jaringan Scam Myanmar, Terlibat Pembunuhan hingga Kasino Ilegal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Pemerintah China mengeksekusi mati 11 orang yang terbukti terlibat dalam jaringan kejahatan lintas negara berbasis di Myanmar. Kelompok ini dikenal menjalankan operasi penipuan daring (online scam) berskala besar yang telah merugikan ribuan korban dan menewaskan puluhan warga China.

Menurut laporan media pemerintah China, Xinhua, Kamis (29/1/2026), para terpidana merupakan anggota inti sindikat kriminal yang telah lama beroperasi di wilayah perbatasan Myanmar. Jaringan tersebut menjadi bagian dari industri ilegal bernilai miliaran dolar yang memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan penipuan internasional.

Pusat-pusat penipuan itu sebagian besar dikelola oleh warga asing, termasuk warga negara China. Sejumlah korban mengaku direkrut secara ilegal, diperdagangkan, dan dipaksa bekerja menipu orang lain secara daring di bawah ancaman kekerasan.

Baca Juga :  Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL

Sebelas terpidana dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Rakyat di Wenzhou, China timur, pada September 2025. Putusan tersebut kemudian disetujui Mahkamah Agung Rakyat di Beijing setelah dinilai memiliki bukti yang kuat, jelas, dan meyakinkan atas kejahatan yang dilakukan sejak 2015.

Xinhua melaporkan, kejahatan yang dilakukan para terpidana meliputi pembunuhan berencana, penganiayaan berat, penahanan ilegal, penipuan online, hingga pendirian kasino ilegal. Sebagian dari mereka diketahui tergabung dalam “kelompok kriminal keluarga Ming” yang bertanggung jawab atas kematian 14 warga negara China serta melukai banyak korban lainnya.

Baca Juga :  Netanyahu Bersumpah Lanjutkan Perang Melawan Iran, Israel Klaim Punya “Rencana Penuh Kejutan”

Pemerintah China dalam beberapa tahun terakhir juga memperkuat kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara untuk memberantas jaringan penipuan lintas batas. Upaya ini telah menghasilkan pemulangan ribuan warga China yang terlibat atau menjadi korban sindikat tersebut.

Sebelum pelaksanaan eksekusi, pihak berwenang mengizinkan keluarga dekat para terpidana untuk melakukan pertemuan terakhir sebagai bagian dari prosedur hukum yang berlaku.

Berita Terkait

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global
36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin
Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah
Michael Carrick Beri Sinyal Segera Jadi Manajer Permanen MU
Liverpool Dibantai Aston Villa 4-2, Suporter Panik!
Produser Indonesia-Australia Bawa Film Horor Indonesia ke Cannes 2026

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Senin, 18 Mei 2026 - 13:00 WIB

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 01:00 WIB

36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

Berita Terbaru

Pendidikan

Beasiswa Garuda 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:00 WIB

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB