Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK, Dibawa ke Jakarta Bersama Sejumlah Pejabat Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap, Pribhumi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang menjerat Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman. Setelah diamankan, Syamsul langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Syamsul sempat dibawa ke Polresta Banyumas usai terjaring dalam OTT tersebut. Di lokasi itu, tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan awal sebelum membawanya ke ibu kota.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (13/3/2026) malam, Syamsul terlihat keluar dari Gedung Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas sekitar pukul 21.12 WIB. Ia tampak mengenakan masker berwarna hijau, kemeja putih lengan panjang, serta celana panjang hitam.

Baca Juga :  Media Massa Dianggap Benteng Terakhir Verifikasi Informasi di Tengah Serbuan Hoaks

Saat ditanya sejumlah awak media yang menunggu di lokasi, Syamsul tidak memberikan komentar apa pun. Ia memilih langsung berjalan menuju kendaraan bersama sejumlah penyidik KPK.

Setelah itu, rombongan bergerak menuju Stasiun Purwokerto. Selain Syamsul, turut terlihat Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Sadmoko Danardono serta beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang juga mengenakan masker.

Setibanya di stasiun, rombongan langsung menuju ruang tunggu VIP. Berdasarkan informasi yang diperoleh, mereka kemudian berangkat ke Jakarta menggunakan Kereta Api Purwojaya yang dijadwalkan berangkat sekitar pukul 21.37 WIB.

Baca Juga :  Berjalan Kaki ke Mekkah, Pria Asal Padang Mantapkan Niat Ibadah dengan Tekad dan Doa

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa total terdapat 27 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. Kasus yang menyeret Bupati Cilacap itu diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proyek pembangunan di daerah tersebut.

KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan untuk mendalami peran masing-masing dalam perkara ini.

Berita Terkait

WFH Sehari Seminggu Berlaku, Menaker Tegaskan Gaji Karyawan Tetap Dibayar Penuh
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026, Ini Panduan Lengkap Lapor Pajak via Coretax
Pemerintah Terapkan WFH Sehari untuk Swasta Mulai April 2026, Upaya Hemat BBM
Pertamina Umumkan Harga BBM Terbaru Berlaku 1 April 2026, Ini Rincian Kenaikan Sebelumnya
Indonesia Cari Sumber Minyak Baru, Selat Hormuz Masih Tertutup oleh Iran
Mensos Tegas! Ribuan ASN Kemensos Mangkir Usai Lebaran, Siap-Siap Dipecat
Presiden Pastikan Demokrasi Sehat, Kritik Tidak Boleh Dibungkam
Balik Nama Kendaraan Bekas Kini Bebas Bea, Ini Rincian Biaya yang Tetap Harus Dibayar

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 09:00 WIB

WFH Sehari Seminggu Berlaku, Menaker Tegaskan Gaji Karyawan Tetap Dibayar Penuh

Rabu, 1 April 2026 - 23:00 WIB

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026, Ini Panduan Lengkap Lapor Pajak via Coretax

Rabu, 1 April 2026 - 19:00 WIB

Pemerintah Terapkan WFH Sehari untuk Swasta Mulai April 2026, Upaya Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:00 WIB

Pertamina Umumkan Harga BBM Terbaru Berlaku 1 April 2026, Ini Rincian Kenaikan Sebelumnya

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:00 WIB

Indonesia Cari Sumber Minyak Baru, Selat Hormuz Masih Tertutup oleh Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB