Asia Tenggara Diprediksi Lebih Panas, BMKG: Puncak Kemarau Indonesia Terjadi Agustus 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Kawasan Asia Tenggara diperkirakan akan menghadapi periode panas yang lebih ekstrem dari biasanya pada awal musim panas tahun ini. Prediksi tersebut disampaikan oleh Pusat Meteorologi ASEAN atau ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC).

Dalam laporan terbaru, ASMC memperkirakan suhu udara di kawasan Asia Tenggara akan berada di atas rata-rata selama periode Maret hingga Mei. Bahkan, peluang suhu berada di atas kondisi normal di Indonesia dan Malaysia diperkirakan mencapai 80 hingga 100 persen.

Kondisi panas yang tidak biasa ini diprediksi akan lebih dulu dirasakan di Indonesia dan Malaysia sebelum kemudian meluas ke sebagian besar wilayah daratan Asia Tenggara dalam dua bulan ke depan.

Media internasional melaporkan bahwa sebagian besar wilayah Thailand serta Vietnam bagian utara juga diperkirakan akan mengalami suhu yang cukup tinggi. Sementara itu, beberapa wilayah seperti Vietnam tenggara, Kamboja, serta sebagian wilayah Filipina diperkirakan masih berada pada kisaran suhu mendekati normal.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa awal musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 berpotensi datang lebih cepat di sejumlah daerah.

Baca Juga :  Bank Jambi Lapor Polda Jambi Terkait Dugaan Peretasan

Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 325 Zona Musim atau sekitar 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih awal dari biasanya. Kemudian 173 Zona Musim atau 24,7 persen diperkirakan sesuai dengan pola normal, sedangkan 72 Zona Musim atau 10,3 persen berpotensi mengalami kemarau lebih lambat.

Wilayah yang diprediksi memasuki musim kemarau lebih cepat antara lain sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian Sulawesi, Maluku hingga beberapa wilayah Papua.

BMKG juga memproyeksikan bahwa puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, suhu panas diperkirakan paling terasa di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Meski memasuki September, suhu tinggi masih berpotensi dirasakan di beberapa wilayah, terutama Sulawesi bagian utara dan timur serta sebagian wilayah Maluku.

Lebih lanjut, BMKG memperkirakan sifat musim kemarau tahun 2026 akan cenderung lebih kering dari kondisi normal. Sebanyak 451 Zona Musim atau sekitar 64,5 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih kering dari biasanya, sementara 245 Zona Musim atau 35,1 persen berada dalam kategori normal.

Baca Juga :  Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Hanya tiga Zona Musim atau sekitar 0,4 persen wilayah yang berpotensi mengalami kemarau lebih basah dari kondisi normal, yakni di sebagian wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Selain itu, durasi musim kemarau pada sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dari berbagai sektor. Dalam sektor pertanian misalnya, petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan, hemat penggunaan air, dan memiliki masa panen yang lebih singkat.

Pengelolaan sumber daya air juga perlu diperkuat, seperti melalui optimalisasi tampungan air serta perbaikan sistem distribusi air. Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan kualitas udara serta risiko kebakaran hutan dan lahan.

Berita Terkait

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan
Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI
Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031
Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah
Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kasus Dugaan Tudingan Ijazah Palsu Masuk Tahap Penuntutan
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Tahap Pelimpahan ke Kejaksaan
Timwas Haji DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji, Biaya Turun dan Masa Tunggu Berkurang di Era Pemerintahan Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:51 WIB

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031

Senin, 13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah

Berita Terbaru