Utang Pemerintah Tembus Rp9.138 Triliun per Juni 2025, Kemenkeu Pastikan Masih di Level Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia mencatat total utang pemerintah pusat mencapai Rp9.138,05 triliun hingga akhir Juni 2025. Angka tersebut setara dengan 39,86 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, menyampaikan bahwa rasio utang tersebut masih berada pada level yang aman dan moderat.

“Debt to GDP ratio kita pada akhir Juni 2025 sebesar 39,86 persen. Ini termasuk rendah dan moderat dibandingkan banyak negara, baik di kelompok negara tetangga maupun anggota G20,” ujar Suminto dalam temu media di Bogor, Jumat (10/10/2025).

Dibandingkan dengan posisi Desember 2024, utang pemerintah naik sekitar Rp324,89 triliun. Pada akhir tahun lalu, total utang tercatat sebesar Rp8.813,16 triliun atau 39,81 persen terhadap PDB.

Baca Juga :  Balik Nama Kendaraan Bekas Kini Bebas Bea, Ini Rincian Biaya yang Tetap Harus Dibayar

Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan pinjaman pemerintah dan Surat Berharga Negara (SBN). Hingga Juni 2025, pinjaman pemerintah mencapai Rp1.157,18 triliun, sedangkan SBN tercatat Rp7.980,87 triliun.

Dari sisi pinjaman, pinjaman luar negeri mencapai Rp1.108,17 triliun, naik dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp1.099,25 triliun. Sementara pinjaman dalam negeri meningkat menjadi Rp49 triliun dari Rp48,7 triliun sebelumnya.

Untuk SBN, penerbitan berdenominasi rupiah masih mendominasi dengan total Rp6.484,12 triliun, sementara SBN berdenominasi valuta asing (valas) mencapai Rp1.496,75 triliun.

Baca Juga :  Bawaslu Kerinci Buka Rekrutmen Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) untuk Pemilu 2029

“Jadi posisi utang pemerintah pada Juni 2025 sebesar Rp9.138 triliun, terdiri dari pinjaman Rp1.157 triliun dan SBN Rp7.980,87 triliun,” jelas Suminto.

Lebih lanjut, Kemenkeu memutuskan untuk mengubah sistem pelaporan data utang menjadi triwulanan mulai tahun 2025. Sebelumnya, data tersebut dirilis secara bulanan.

Menurut Suminto, langkah ini diambil untuk meningkatkan kredibilitas dan akurasi statistik utang, karena perbandingan dengan PDB akan lebih sinkron dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang juga dirilis setiap kuartal.

“Supaya datanya lebih kredibel dan berdasarkan realisasi, bukan asumsi. Ke depan, rasio debt to GDP akan diumumkan setiap tiga bulan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet
Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan
Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya
Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial
Magang Nasional 2026 Batch 3 Segera Dibuka, Simak Jadwal Pendaftaran hingga Pengumuman Seleksi
IHSG Anjlok 1,22%, MBSS Dapat Kontrak Rp6 Triliun dan BUMI Ekspansi ke Australia
BMKG Petakan Wilayah Berisiko Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Daerahnya

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:41 WIB

Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB