Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Ditopang Belanja Pemerintah dan Konsumsi Rumah Tangga

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Perekonomian Indonesia mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini didorong oleh meningkatnya belanja pemerintah, kuatnya konsumsi masyarakat, serta pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di atas beberapa negara besar seperti China yang tumbuh 5,0 persen dan Malaysia 5,3 persen. Sementara itu, Amerika Serikat hanya mencatat pertumbuhan 2,7 persen. Meski demikian, Indonesia masih berada di bawah Vietnam yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,8 persen pada periode yang sama.

Baca Juga :  Haji 2026 Dipastikan Aman, Pemerintah RI dan Arab Saudi Jamin Ibadah Tetap Lancar

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adhininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini terjadi di tengah perlambatan perdagangan global. Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan perdagangan barang dan jasa dunia mengalami perlambatan sepanjang 2026.

Ia menambahkan bahwa sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia tetap menunjukkan tren pertumbuhan positif. China dan Amerika Serikat mengalami penguatan dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Korea Selatan juga mencatat peningkatan kinerja ekonomi.

Dari sisi domestik, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 54,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta tumbuh sebesar 5,52 persen.

Baca Juga :  Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: “Lebih Baik Saya Jadi Petani”

Namun, pertumbuhan tercepat justru datang dari konsumsi pemerintah yang melonjak hingga 21,81 persen, meski kontribusinya terhadap PDB relatif kecil, yakni sebesar 6,72 persen. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), serta belanja barang dan jasa.

Selain itu, program sosial seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berperan dalam mendorong peningkatan belanja pemerintah, khususnya dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Berita Terkait

Kemensos Perbarui Data Bansos 2026, Ini Aturan Baru dan Cara Cek PKH-BPNT Tahap 2
Kemendikdasmen Tegaskan Guru Honorer Tidak Diberhentikan pada 2027
Kapolri Mutasi 9 Kapolda, Polda Sumbar hingga Kaltara Berganti Pimpinan
Menkeu Purbaya Belum Nonaktifkan Dirjen Bea Cukai Meski Nama Terseret Kasus Suap Impor
Bappenas Ungkap 8 Klaster Prioritas Nasional RKP 2027, Target Ekonomi Tumbuh 8 Persen
OJK Tegaskan Aturan Penagihan Utang: Debt Collector Hanya Boleh Beroperasi Pukul 08.00–20.00 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Staf Ahli Menhub Terkait Kasus Korupsi DJKA Kemenhub
Pejabat Ini Tinggalkan Mobil Dinas Demi Krisis BBM, Pilih Bersepeda ke Kantor

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:00 WIB

Kemensos Perbarui Data Bansos 2026, Ini Aturan Baru dan Cara Cek PKH-BPNT Tahap 2

Senin, 11 Mei 2026 - 23:00 WIB

Kemendikdasmen Tegaskan Guru Honorer Tidak Diberhentikan pada 2027

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kapolri Mutasi 9 Kapolda, Polda Sumbar hingga Kaltara Berganti Pimpinan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:00 WIB

Menkeu Purbaya Belum Nonaktifkan Dirjen Bea Cukai Meski Nama Terseret Kasus Suap Impor

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

Bappenas Ungkap 8 Klaster Prioritas Nasional RKP 2027, Target Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Oknum Kades Ditahan Polisi Terkait Dugaan Korupsi APBDes 2019-2023

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:00 WIB

Hukum dan Kriminal

Eks Ketua KONI Dituntut 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB