Pemerintah Siapkan Skema WFH Nasional, Respons Lonjakan Harga Minyak Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Pemerintah Indonesia tengah merancang kebijakan kerja fleksibel berupa work from home (WFH) yang akan diterapkan bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga pekerja sektor swasta. Langkah ini disiapkan sebagai respons atas meningkatnya harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian dan penyusunan teknis. Ia menjelaskan, fleksibilitas kerja diperlukan guna meningkatkan efisiensi, terutama dalam penggunaan energi dan mobilitas harian pekerja.

Baca Juga :  Pemerintah Masih Tunggu Isbat, Wamenag Berharap Awal Puasa 2026 Seragam

Menurut rencana awal, skema WFH akan diterapkan selama satu hari dalam lima hari kerja. Kebijakan ini tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga diharapkan dapat diikuti oleh sektor swasta serta pemerintah daerah.

“Teknisnya masih kami siapkan. Harapannya kebijakan ini bisa berlaku luas, tidak hanya untuk ASN tetapi juga swasta dan pemerintah daerah,” ujar Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pemerintah menargetkan kebijakan ini mulai diberlakukan setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Namun, waktu pasti pelaksanaannya masih akan ditentukan setelah konsep kebijakan benar-benar matang.

Baca Juga :  Kemenag Salurkan BSU 2025 untuk Guru Madrasah Non-ASN, Ini Cara Cek Status di Simpatika

Selain itu, durasi penerapan WFH juga akan disesuaikan dengan perkembangan situasi global, khususnya terkait harga minyak dunia dan dinamika konflik geopolitik yang sedang berlangsung.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau kondisi tersebut sebelum mengambil keputusan final, guna memastikan kebijakan yang diterapkan tepat sasaran dan efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

 

Berita Terkait

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional
Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun
PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran
90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan
Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik
Kakanwil Ditjenpas Jambi Berikan Kuliah Umum dan Penguatan Karakter kepada 800 Taruna Poltekimipas
Bareskrim Bongkar Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Tak Sesuai Hasil Lab
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:47 WIB

PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik

Berita Terbaru