Dualisme Aturan Desa Dinilai Hambat Tata Kelola: MPR Soroti Tumpang Tindih Kewenangan Tiga Kementerian

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com  — Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Hindun Anisah, kembali menyoroti persoalan tata kelola desa yang dinilai belum sepenuhnya ideal. Ia menegaskan bahwa hingga kini desa masih berada dalam posisi “terjepit” antara identitas kultural-sosiologis dan kedudukannya sebagai bagian dari struktur pemerintahan formal.

Menurut Hindun, keberadaan lebih dari satu kementerian yang mengatur urusan desa justru menimbulkan problem serius dalam kelembagaan. Ia menilai regulasi yang berjalan saat ini menghadirkan dualisme kewenangan yang berimbas pada ketidaksinkronan pelaksanaan program.

“Ketika banyak kementerian terlibat, maka terjadi tumpang tindih kewenangan. Hal ini berdampak pada implementasi program yang tidak terarah,” ujarnya dalam keterangan tertulis dari Jakarta, Selasa.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Desentralisasi, Otonomi Daerah, Pemerintahan Daerah dan Desa” yang digelar di Yogyakarta pada Senin (1/12), Hindun menjelaskan bahwa sedikitnya tiga kementerian memiliki otoritas langsung terhadap desa: Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, dan Kementerian Keuangan. Menurutnya, kondisi ini menyulitkan penataan sistem pemerintahan desa secara menyeluruh.

Baca Juga :  Harga Emas Terpuruk, Sentimen Makro Kalahkan Geopolitik

Selain itu, Hindun juga menilai pasal-pasal pada Bab VI UUD 1945 yang mengatur pemerintahan daerah perlu kembali dikaji. Ia mempertanyakan apakah kerangka konstitusi tersebut masih relevan dengan dinamika sosial-politik saat ini.

“Perlu kita diskusikan apakah rumusan yang ada sudah ideal atau memerlukan penyesuaian dengan perkembangan zaman,” tegasnya.

Hindun menambahkan bahwa hubungan antara pusat dan daerah sejatinya sudah diatur secara seimbang oleh konstitusi. Namun realisasi di lapangan masih menunjukkan adanya tarik-menarik kepentingan sehingga memengaruhi efektivitas pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Siap Bangun Fly Over Padang Luar, Solusi Permanen Atasi Kemacetan Kronis Agam

Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor UGM, Arie Sujito, mengungkapkan bahwa perubahan UU Desa terakhir sebenarnya memberikan napas baru bagi desa. Ia menilai berbagai perkembangan terjadi, mulai dari partisipasi masyarakat, kerja sama antar-desa, hingga tumbuhnya inovasi lokal.

Namun Arie menilai bahwa kemajuan tersebut mulai tergerus akibat pembengkakan teknokrasi dan birokratisasi yang berlebihan. Ia menilai kewenangan desa secara perlahan “ditarik” kembali ke pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui justifikasi administrasi dan sinkronisasi keuangan.

“Terjadi tumpang tindih kebijakan. Banyak program serupa dari dua kementerian turun ke desa namun pendekatannya berbeda, sehingga di lapangan sering kali tidak sinkron dan membuat perangkat desa kebingungan,” jelasnya.

Berita Terkait

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional
Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun
PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran
90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan
Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik
Kakanwil Ditjenpas Jambi Berikan Kuliah Umum dan Penguatan Karakter kepada 800 Taruna Poltekimipas
Bareskrim Bongkar Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Tak Sesuai Hasil Lab
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:47 WIB

PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik

Berita Terbaru