Jakarta, Pribhumi.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia merupakan sahabat sejati Amerika Serikat meskipun tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri non-blok. Ia menyampaikan bahwa hubungan kedua negara memiliki sejarah panjang yang menjadi fondasi kuat bagi kemitraan saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat.
Ia mengingat kembali peran penting Amerika Serikat dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia pada akhir 1940-an. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah nasional yang tidak boleh dilupakan, terutama oleh generasi muda.
Presiden juga menekankan bahwa setelah kemerdekaan, Amerika Serikat tetap hadir membantu Indonesia dalam berbagai masa sulit. Ia menilai hubungan kedua negara telah teruji oleh waktu dan berbagai dinamika global.
Kunjungan ke Washington disebut sebagai bentuk komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Amerika Serikat. Meski berlandaskan prinsip non-blok, Indonesia tetap membuka ruang kerja sama luas dengan berbagai negara besar, termasuk AS.
Ia menjelaskan bahwa sejak awal, politik luar negeri Indonesia mengedepankan sikap saling menghormati terhadap semua kekuatan besar dunia. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia berupaya menjadi jembatan dan perantara yang jujur dalam dinamika global.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan keinginan untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, bantuan kemanusiaan, hingga perlindungan lingkungan. Ia menilai potensi kolaborasi kedua negara masih sangat besar dan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.
Menurutnya, Indonesia kini berada dalam fase kebangkitan dan siap memainkan peran yang lebih signifikan dalam percaturan global, termasuk melalui hubungan yang semakin erat dengan Amerika Serikat.











