Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam di Bawah 5 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Lonjakan harga minyak dunia yang bertahan dalam jangka waktu panjang diperkirakan akan memberikan tekanan serius terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kondisi ini berpotensi membuat laju ekonomi nasional tidak mampu menembus angka 5 persen.

Saat ini, harga minyak global telah melampaui asumsi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sekitar US$ 70 per barel. Di pasar, harga minyak bahkan bergerak di kisaran US$ 90 hingga US$ 100 per barel, memicu kekhawatiran terhadap dampak lanjutan bagi ekonomi domestik.

Menurut Halim Alamsyah, yang merupakan Board of Experts di Prasasti sekaligus mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, kondisi tersebut dapat menekan pertumbuhan ekonomi ke level 4,7 hingga 4,9 persen.

Ia menjelaskan, kenaikan harga energi akan berdampak langsung pada meningkatnya biaya produksi dan menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini pada akhirnya menghambat aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Baca Juga :  Terobosan Baterai Silikon: Mobil Listrik Bisa Tempuh 1.000 Km Sekali Cas

Selain itu, tekanan juga akan terasa pada sisi fiskal. Dalam skenario harga minyak mencapai US$ 100 per barel dan nilai tukar rupiah melemah ke sekitar Rp 17.000 per dolar AS, defisit anggaran diperkirakan melebar melampaui batas aman.

“Defisit fiskal berpotensi naik ke kisaran 3,3 hingga 3,5 persen dari PDB, melampaui batas 3 persen yang selama ini dijaga pemerintah,” ujar Halim.

Sementara itu, Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan kebijakan makroekonomi. Ia menilai langkah pemerintah yang menahan kenaikan harga BBM saat ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat.

Namun demikian, keberlanjutan kebijakan tersebut sangat bergantung pada pergerakan harga minyak global. Jika tren kenaikan berlanjut hingga akhir tahun, penyesuaian harga energi dinilai sulit dihindari.

Baca Juga :  5 Hobi yang Bisa Menguatkan Mental dan Bantu Redakan Stres

Piter menegaskan bahwa penyesuaian harga merupakan langkah yang wajar dalam kondisi tertentu, selama disertai dengan kebijakan kompensasi yang tepat sasaran bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan adanya risiko kombinasi tekanan ekonomi, mulai dari kenaikan harga energi, pelemahan nilai tukar, hingga meningkatnya beban fiskal. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Dalam situasi ketidakpastian global yang meningkat, koordinasi antarotoritas menjadi sangat penting. Peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dinilai krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pelaku usaha dan pasar pun kini menantikan arah kebijakan dari otoritas seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Kementerian Keuangan, sebagai sinyal dalam menjaga stabilitas keuangan ke depan.

 

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik dalam Beberapa Bulan
Harga TBS Sawit dan CPO Turun, Kini Tembus Rp3.870 per Kg
Penjualan Mobil April 2026 Melonjak, BYD Tembus Tiga Besar dan Geser Suzuki
Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif
Program TKM Pemula 2026 Dibuka, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya
Utang Pemerintah Tembus Rp 9.920 Triliun pada Maret 2026, Rasio terhadap PDB Capai 40,75 Persen

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 03:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Harga Kebutuhan Diprediksi Naik dalam Beberapa Bulan

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:00 WIB

Harga TBS Sawit dan CPO Turun, Kini Tembus Rp3.870 per Kg

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:00 WIB

Penjualan Mobil April 2026 Melonjak, BYD Tembus Tiga Besar dan Geser Suzuki

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB