Ketua MPR RI Ahmad Muzani Kenang Pengalaman Jadi Wartawan, Tegaskan Kemanusiaan di Atas Segalanya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan audiensi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani di Kompleks Gedung MPR RI/DPR RI, Jakarta, Selasa. Pertemuan tersebut membahas peran strategis pers dalam kehidupan kebangsaan serta penguatan nilai-nilai jurnalisme di tengah perubahan lanskap media.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Muzani berbagi pengalaman pribadinya saat meniti karier sebagai wartawan. Ia mengenang momen ketika mengikuti ujian wartawan muda PWI DKI Jakarta pada tahun 1991. Salah satu pertanyaan dalam ujian tersebut, menurutnya, masih membekas hingga kini.

“Pertanyaannya sederhana, tetapi sangat mendalam. Jika dalam peliputan kita menemukan kecelakaan di jalan, mana yang harus didahulukan, menolong korban atau menulis berita?” ujar Muzani.

Ia menuturkan bahwa dirinya memilih untuk membantu korban terlebih dahulu sebelum memberitakan peristiwa tersebut. Bagi Muzani, nilai kemanusiaan harus selalu ditempatkan di atas kepentingan profesi maupun kepentingan lainnya. Sikap itulah yang kemudian mengantarkannya dinyatakan lulus sebagai wartawan muda PWI.

“Menjadi wartawan bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan nurani. Wartawan harus berani mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah,” kata Muzani, yang pernah berkiprah sebagai wartawan Majalah Amanah dan penyiar Radio Ramako.

Menurutnya, esensi jurnalisme adalah memperjuangkan kebenaran serta kepentingan rakyat, melampaui kepentingan pribadi maupun kelompok. Nilai tersebut, kata dia, semestinya tetap melekat meskipun seseorang telah berpindah peran dalam kehidupan.

Baca Juga :  Kementerian ESDM umumkan kenaikan tarif listrik PLN per kWh khusus untuk 13 golongan

“Saya tidak pernah merasa meninggalkan dunia wartawan. Sampai hari ini, hati saya tetap wartawan,” ujarnya.

Muzani juga mengingatkan kembali nilai-nilai dasar PWI yang dirumuskan sejak Kongres PWI tahun 1946 di Solo, yang menempatkan pers sebagai alat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Di PWI, wartawan disebut pejuang, karena memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tuturnya.

Selain itu, ia menyoroti perubahan wajah jurnalistik di era digital, di mana peran penyampai informasi kini tidak hanya dijalankan oleh wartawan profesional, tetapi juga oleh netizen dan konten kreator.

“Dari informasi yang mereka sampaikan, sering kali kita mengetahui adanya bantuan yang belum tersalurkan atau penanganan yang belum maksimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyambut baik refleksi yang disampaikan Ketua MPR RI. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh insan pers tentang makna sejati profesi wartawan.

“Apa yang disampaikan Ketua MPR menunjukkan bahwa jurnalisme sejati selalu berpijak pada kebenaran dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang terus dijaga PWI,” kata Munir, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas LKBN ANTARA.

Baca Juga :  Matahari Resmi Berganti Nama Jadi PT MDS Retailing Tbk, Pemegang Saham Setujui Dividen Rp250 per Saham

Munir menegaskan bahwa PWI hingga kini tetap memelihara nilai-nilai luhur para pendiri sebagai rumah besar wartawan Indonesia yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang menambahkan, audiensi tersebut juga menjadi bagian dari komunikasi PWI dengan pimpinan lembaga negara menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Provinsi Banten.

“Kami secara resmi mengundang Ketua MPR RI untuk hadir pada peringatan Hari Pers Nasional 2026. Kehadiran beliau tentu menjadi kehormatan dan penguat semangat insan pers dalam menjalankan peran kebangsaan,” ujar Zulmansyah yang juga Ketua Panitia HPN 2026.

Ia menegaskan bahwa HPN merupakan momentum refleksi bersama antara pers dan negara dalam menjaga demokrasi, persatuan, serta kepentingan nasional.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PWI Pusat, antara lain Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Ariawan beserta Wakil Ketua Kadirah, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Irfan Junaidi, Wakil Sekretaris Jenderal Haryo Ristamadji, Ketua Departemen Hankam TNI-Polri Johnny Hardjojo beserta para wakilnya, serta sejumlah ketua departemen dan unsur humas PWI Pusat lainnya.

Berita Terkait

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji
Kemenkeu Tegaskan Isu Menkeu Purbaya Usir Investor Asing adalah Hoaks
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik
Kemenag: Hilal Zulhijah 1447 H Sudah Terpenuhi, Idul Adha 2026 Diperkirakan Jatuh 27 Mei
Daftar Provinsi yang Masih Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mei 2026
Harta Kekayaan Wapres Gibran Capai Rp 27,9 Miliar
Kemensos Perbarui Data Bansos 2026, Ini Aturan Baru dan Cara Cek PKH-BPNT Tahap 2
Kemendikdasmen Tegaskan Guru Honorer Tidak Diberhentikan pada 2027

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 18 Mei 2026 - 17:00 WIB

Kemenkeu Tegaskan Isu Menkeu Purbaya Usir Investor Asing adalah Hoaks

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:33 WIB

Kemenag: Hilal Zulhijah 1447 H Sudah Terpenuhi, Idul Adha 2026 Diperkirakan Jatuh 27 Mei

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:48 WIB

Daftar Provinsi yang Masih Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mei 2026

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB