Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Longsor, 9 Penambang Tewas Tertimbun

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIJUNJUNG, Pribhumi.com – Sebanyak sembilan penambang dilaporkan meninggal dunia setelah . di Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat longsor pada Kamis (14/5/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jorong Taratak Botung saat para penambang sedang melakukan aktivitas penambangan tradisional.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati Rosya, membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan kasusnya kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Benar ada kejadian longsor tambang emas ilegal di wilayah Sijunjung,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

12 Penambang Berada di Lokasi

Baca Juga :  Sunnah Salat Idulfitri yang Dianjurkan: Amalan Lengkap Sambut Hari Kemenangan

Berdasarkan informasi dari kepolisian, saat kejadian terdapat 12 orang yang sedang bekerja di area tambang menggunakan metode penambangan tradisional dengan alat sederhana seperti dompeng dan dulang.

Namun tiba-tiba tebing setinggi sekitar 30 meter mengalami longsor dan menimbun para pekerja di lokasi.

“Tiga orang berhasil menyelamatkan diri, sementara sembilan lainnya tertimbun longsor dan meninggal dunia,” kata Susmelawati.

Korban Dievakuasi ke Puskesmas

Seluruh korban yang meninggal telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke Puskesmas Tanjung Ampalu.

Baca Juga :  Kapolda Irjen Gatot Turunkan Tim Berantas aktivitas tambang ilegal di Sumbar

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Hingga saat ini belum ada laporan tambahan korban lain dalam peristiwa tersebut.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait aktivitas tambang emas ilegal yang menyebabkan longsor maut tersebut.

Kasus tambang ilegal di sejumlah wilayah Sumatera Barat memang kerap menjadi perhatian karena berisiko tinggi terhadap keselamatan pekerja dan lingkungan sekitar.

“Masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

DPD PKPS Sungai Penuh Dikukuhkan, Jumadil Pimpin Organisasi Periode 2025–2030
Pemkab dan Polisi Selidiki Penanaman Sawit di Kawasan Bekas Karhutla Dharmasraya
Peduli Korban Banjir dan Longsor Tapan Azhar Hamzah Bersama IKAPSO Salurkan Sembako
Wanita Asal Padang Pariaman Meninggal usai Tergelincir di Air Terjun Robo Harau
Tanah Longsor Lumpuhkan Jalan Lintas Tapan – Sungai Penuh, Satlantas Polres Kerinci Imbau Pengguna Jalan Beristirahat
Galodo Terjang Kantor Bupati Kabupaten Solok
Lima Bulan Buron, Anggota DPRD Sumbar Beni Saswin Nasrun Ditangkap Kejaksaan
Longsor Terjang Jalur Padang-Painan, Satu Warga Dievakuasi dan Akses Jalan Terganggu

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:00 WIB

DPD PKPS Sungai Penuh Dikukuhkan, Jumadil Pimpin Organisasi Periode 2025–2030

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Pemkab dan Polisi Selidiki Penanaman Sawit di Kawasan Bekas Karhutla Dharmasraya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Peduli Korban Banjir dan Longsor Tapan Azhar Hamzah Bersama IKAPSO Salurkan Sembako

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Wanita Asal Padang Pariaman Meninggal usai Tergelincir di Air Terjun Robo Harau

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Tanah Longsor Lumpuhkan Jalan Lintas Tapan – Sungai Penuh, Satlantas Polres Kerinci Imbau Pengguna Jalan Beristirahat

Berita Terbaru