Jakarta, Pribhumi.com – Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara terkait tuduhan yang menyebut dirinya mendanai polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Tuduhan tersebut dilontarkan oleh Rismon Sianipar dan dinilai JK sebagai tidak berdasar.
Dalam keterangannya kepada media di kediamannya di Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026), JK mengaku kesal karena namanya ikut terseret dalam isu yang dinilai semakin melebar dan menyeret banyak tokoh nasional. Ia menegaskan tidak pernah memiliki hubungan ataupun komunikasi yang mengarah pada pendanaan seperti yang dituduhkan.
JK juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat dihubungi oleh sejumlah pihak, termasuk Rismon Sianipar dan Roy Suryo. Namun, ia memilih tidak merespons karena ingin menjaga posisi netral di tengah polemik yang berkembang.
Menurut JK, tuduhan tersebut hanyalah upaya pengalihan isu yang tidak memiliki dasar kuat. Ia bahkan membantah keras adanya klaim pemberian dana hingga miliaran rupiah.
Di sisi lain, JK turut mengingatkan perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo. Ia menyebut pernah mendorong nama Jokowi ke tingkat nasional, termasuk saat pencalonan sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga akhirnya maju sebagai calon presiden.
JK juga menyinggung bahwa dirinya berperan dalam mendampingi Jokowi pada Pilpres, atas permintaan Ketua Umum PDIP saat itu. Ia mengklaim bahwa kehadirannya dianggap penting untuk memberikan pengalaman dan bimbingan dalam kepemimpinan nasional.
Terkait polemik ijazah yang hingga kini masih menjadi perdebatan, JK menyarankan agar persoalan tersebut segera diselesaikan secara terbuka. Ia meminta agar dokumen ijazah tersebut ditunjukkan kepada publik guna menghentikan spekulasi berkepanjangan yang dinilai memecah masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan akan menjadi langkah paling efektif untuk meredam polemik yang sudah berlangsung cukup lama dan menimbulkan kegaduhan di ruang publik.











