NasDem Tanggapi Isu Fusi dengan Gerindra

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menanggapi isu yang berkembang terkait kemungkinan fusi antara Partai NasDem dan Partai Gerindra. Ia menyebut wacana tersebut sebagai hal yang lumrah dalam dinamika politik.

Menurut Saan, istilah yang lebih tepat dalam konteks tersebut adalah “fusi” bukan merger atau akuisisi. Ia mengaku cukup terkejut karena isu tersebut baru mencuat ke publik, meski secara konsep bukan hal baru dalam dunia politik.

Saan mencontohkan sejarah politik Indonesia, khususnya pada peristiwa Fusi Partai Politik Indonesia 1973, yang kala itu menyisakan hanya tiga partai politik hasil penggabungan.

Ia menilai, sebagai sebuah gagasan, wacana fusi merupakan sesuatu yang sah untuk dipertimbangkan. Namun, realisasinya membutuhkan pembahasan yang mendalam dan tidak sederhana.

Baca Juga :  Breaking News! Api Melahap 3 Rumah di Desa Koto Datuk, Warga Panik

Lebih lanjut, Saan menegaskan bahwa ada sejumlah aspek penting yang harus diperhatikan, mulai dari ideologi, identitas, hingga eksistensi masing-masing partai. Ia menekankan bahwa setiap partai memiliki latar belakang pemikiran dan tujuan yang berbeda sejak didirikan.

“Ketika ada wacana fusi, maka faktor-faktor seperti ideologi, identitas, dan eksistensi partai harus menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.

Saan juga menegaskan bahwa meskipun wacana tersebut berkembang, proses menuju realisasi membutuhkan diskusi panjang, perencanaan matang, serta kesepakatan dari berbagai pihak terkait.

Baca Juga :  Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang

Di sisi lain, Saan turut menanggapi kabar pertemuan antara Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci isi pembahasan dalam pertemuan tersebut, termasuk kemungkinan membahas isu fusi.

Namun demikian, ia tidak menampik bahwa komunikasi politik antara kedua tokoh tersebut merupakan hal yang wajar, mengingat NasDem merupakan bagian dari koalisi pemerintahan saat ini.

Saan menegaskan bahwa Partai NasDem tetap berkomitmen mendukung program-program pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya agenda prioritas dan kebijakan strategis nasional.

“Sebagai bagian dari koalisi, NasDem akan terus berupaya maksimal agar program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan sukses,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan
Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI
Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031
H.A. Bakri HM Wafat, Duka Menyelimuti Jambi, Tugas Negara Harus Tetap Berlanjut.
Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah
Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kasus Dugaan Tudingan Ijazah Palsu Masuk Tahap Penuntutan
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Tahap Pelimpahan ke Kejaksaan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:51 WIB

Ombudsman Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tengah Gangguan Abu Vulkanik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Sisa Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Kemkomdigi Wajibkan Operator Beri Pilihan kepada Pelanggan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Ombudsman RI Ungkap Kinerja Pengawasan Pelayanan Publik dalam RDP Perdana Bersama Komisi II DPR RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Putra Kerinci Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI Periode 2026–2031

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:03 WIB

H.A. Bakri HM Wafat, Duka Menyelimuti Jambi, Tugas Negara Harus Tetap Berlanjut.

Berita Terbaru