Jakarta, Pribhumi.com – Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran kembali melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan tersebut dilakukan melalui peluncuran rudal generasi terbaru yang menargetkan sejumlah pangkalan militer AS serta wilayah yang diklaim terkait dengan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa fase lanjutan dari operasi militer bertajuk “Janji Sejati 4” telah dimulai. Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim berhasil melaksanakan peluncuran rudal secara presisi dari jaringan pangkalan rudal yang disebut tersebar dan terintegrasi.
Menurut IRGC, fase sebelumnya dari operasi ini bertujuan membantah klaim pihak lawan yang menyebut kemampuan pertahanan Iran melemah. Mereka menegaskan bahwa kemampuan sistem rudal dan drone Iran tetap kuat dan mampu menjalankan operasi secara efektif.
Dalam operasi tersebut, Iran disebut mengerahkan sejumlah sistem rudal canggih, di antaranya Khorramshahr-4, Kheibar, dan Fattah. Rudal-rudal tersebut diklaim mampu menjangkau berbagai target strategis, termasuk fasilitas militer dan lokasi yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Israel.
Pada Jumat (6/3) waktu setempat, IRGC juga mengumumkan peluncuran gelombang serangan ke-23 dalam rangkaian Operasi Janji Sejati 4. Serangan terbaru ini disebut melibatkan kombinasi rudal dan drone yang diarahkan ke beberapa target di kawasan Timur Tengah.
Dalam keterangan resminya, Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menyebut gelombang terbaru menggunakan rudal berbahan bakar padat dan cair generasi baru yang dirancang untuk menghantam banyak sasaran sekaligus.
“Dalam gelombang ini, rudal generasi baru berbahan bakar padat dan cair diarahkan ke target di wilayah pendudukan dan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan tersebut,” demikian pernyataan IRGC seperti dilaporkan media Iran, Press TV.
Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.











