Garda Revolusi Iran Ancam Bunuh PM Israel Benjamin Netanyahu di Tengah Eskalasi Perang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teheran, Pribhumi.com – Ketegangan konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melontarkan ancaman langsung terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Melalui pernyataan resmi yang dimuat di situs Sepah News, IRGC menegaskan akan terus memburu Netanyahu selama ia masih hidup. Ancaman tersebut muncul di tengah konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, serta Amerika Serikat.

“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” demikian pernyataan yang disampaikan IRGC seperti dikutip dari laporan media internasional, Minggu (15/3/2026).

Pernyataan tersebut juga muncul saat publik mempertanyakan keberadaan Netanyahu di tengah memanasnya konflik. Sejumlah pengguna media sosial menyoroti video yang menampilkan Netanyahu pada 13 Maret lalu. Dalam rekaman tersebut, sebagian warganet menilai tampilan tangannya terlihat memiliki enam jari, sehingga memicu dugaan bahwa video itu telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Baca Juga :  Badai Salju Lumpuhkan Michigan: 100 Kendaraan Terlibat Tabrakan Massal

Situasi ini terjadi setelah Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah target Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Iran juga sempat menutup jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia.

Di tengah serangan balasan Iran, Netanyahu sempat tidak terlihat di publik selama beberapa waktu. Ia baru kembali muncul pada Jumat (13/3/2026) melalui konferensi pers virtual.

Baca Juga :  Monadi Tegaskan Pemekaran Kerinci Bukan Janji Politik, Tahapan Penentuan Ibu Kota Dimulai 2026

Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan kondisi Iran telah berubah setelah hampir dua pekan digempur serangan udara. Ia mengklaim pasukan IRGC dan milisi paramiliter Basij mengalami kerugian besar akibat serangan tersebut.

Netanyahu juga menegaskan Israel akan terus melakukan operasi militer terhadap kelompok bersenjata Hezbollah di Lebanon, menyusul serangan yang dilancarkan kelompok tersebut pada awal Maret. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci langkah lanjutan Israel terhadap Iran maupun Hizbullah.

Ketegangan yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran komunitas internasional akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB