Sumbar, Pribhumi.com — Arus lalu lintas di jalur nasional yang melintasi Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, lumpuh total setelah luapan Sungai Batang Pasaman meluas sejak Senin (24/11) malam. Genangan air yang terus meningkat membuat kendaraan tidak dapat melintas hingga Selasa pagi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Afrizal, menyatakan debit air masih berada pada level tinggi dan menutup seluruh badan jalan. “Sampai pagi ini air belum surut. Baik sepeda motor maupun mobil belum bisa melewati jalur tersebut,” ujarnya di Simpang Empat, Selasa.
Luapan air tidak hanya memutus akses transportasi, tetapi juga menimbulkan antrean panjang kendaraan di kedua sisi jalan. Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, SAR, hingga PMI telah dikerahkan sejak Senin malam untuk membantu evakuasi warga dan mengatur arus kendaraan yang tertahan. Data sementara mencatat sedikitnya 219 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir.
Camat Pasaman, Andre Affandi, menambahkan bahwa ketinggian air di luar rumah warga masih mencapai 90–100 sentimeter meski tinggi genangan di dalam rumah mulai berkurang sekitar 20 sentimeter. “Mudah-mudahan air cepat turun dan jalur transportasi bisa segera digunakan kembali,” katanya.
Sementara itu Kapolres Pasaman, AKP Zulfikar, membenarkan bahwa hingga pukul 08.00 WIB, kondisi jalan masih terendam dan tidak bisa dilalui. Ia memastikan seluruh personel kepolisian berada di lapangan membantu pengaturan lalu lintas serta proses evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.











