Kuala Lumpur, Pribhumi.com – Pemerintah Malaysia melalui otoritas Negara Bagian Kelantan resmi mengizinkan warganya untuk melakukan aktivitas pendulangan emas secara mandiri. Kebijakan ini diberlakukan seiring melonjaknya harga emas dunia dan ditujukan sebagai solusi tambahan penghasilan bagi masyarakat berpendapatan rendah.
Berdasarkan laporan South China Morning Post (SCMP), Sabtu (10/1/2026), pemerintah Kelantan telah membuka pendaftaran izin pendulangan emas sejak awal Januari 2026. Izin tersebut memungkinkan warga mendulang emas secara manual di sejumlah aliran sungai yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Program ini secara khusus menyasar pekerja harian, buruh informal, serta masyarakat dengan penghasilan tidak tetap. Kelantan sendiri dikenal sebagai salah satu negara bagian dengan tingkat pendapatan terendah di Malaysia, di mana sebagian besar wilayahnya masih bersifat pedesaan dan minim aktivitas industri.
Kelantan berada di bawah kepemimpinan Pan-Malaysian Islamic Party (PAS), partai oposisi yang selama ini kerap mengkritik kurangnya perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah. Meski demikian, pemerintah federal di Putrajaya membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tetap menyalurkan anggaran pembangunan secara proporsional.
Direktur Pertanahan dan Pertambangan Kelantan, Nik Raisnan Daud, menjelaskan bahwa kebijakan pendulangan emas ini dirancang dengan pendekatan seimbang antara pemberdayaan ekonomi masyarakat, keselamatan kerja, serta pelestarian lingkungan.
Menurutnya, masyarakat berpenghasilan rendah masih memiliki peluang untuk terlibat dalam aktivitas ini selama mengikuti ketentuan yang berlaku. Aktivitas pendulangan dilakukan secara manual tanpa alat berat guna meminimalkan risiko kerusakan lingkungan.
Nik Raisnan juga mengungkapkan bahwa harga emas berkadar 916, yang memiliki tingkat kemurnian 91,6% dan lazim digunakan untuk perhiasan, saat ini diperdagangkan sekitar 565,77 ringgit atau setara US$120 per gram, dengan potensi fluktuasi harga mencapai 11%.
Di tingkat global, harga emas sempat melonjak lebih dari 60% hingga mencetak rekor sekitar US$4.549 per ounce menjelang akhir tahun lalu. Meski mengalami koreksi pasca-Natal, harga emas masih bertahan tinggi di kisaran US$4.330 per ounce per 31 Desember 2025.











