Kemenkop Genjot Pembangunan 20 Ribu Gerai Kopdes Merah Putih Beroperasi pada Awal 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Kementerian Koperasi dan UKM terus mempercepat program pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai langkah strategis memperkuat pusat pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. Pemerintah menargetkan 20 ribu gerai pertama dapat selesai dibangun dan mulai beroperasi pada Januari 2026.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan dilakukan secara masif sejak Oktober 2025. Hal ini disampaikan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapminas) Kadin Indonesia di Jakarta, Senin.

“Kami mengejar agar 20 ribu gerai sudah berdiri lengkap dengan fasilitas dan perangkat operasionalnya pada Januari. Ini komitmen pemerintah untuk memastikan koperasi hadir sebagai kekuatan ekonomi desa,” ujarnya.

Baca Juga :  Apartemen Superpadat di China, Satu Gedung Dihuni Hingga 20 Ribu Orang

Pembangunan gerai Kopdes dilakukan dengan dukungan lintas sektor, mulai dari PT Agrinas Pangan Nusantara, Kementerian PUPR, hingga TNI, yang berperan dalam mempercepat distribusi material serta memastikan standar bangunan sesuai pedoman nasional.

Data Kemenkop menunjukkan bahwa hingga akhir November 2025, sebanyak 82.891 Kopdes Merah Putih telah memiliki badan hukum, dan pembangunan fisik telah dimulai pada 15.000 lokasi yang mencakup gerai dan gudang penyimpanan.

Farida menjelaskan bahwa setiap gerai Kopdes Merah Putih akan menyediakan hingga tujuh jenis unit usaha, seperti gerai sembako, apotek desa, klinik layanan dasar, kantor koperasi, unit simpan pinjam, fasilitas pergudangan, serta satu unit usaha berbasis potensi lokal masing-masing desa.

Baca Juga :  Trump Peringatkan NATO soal Selat Hormuz: Jika Tak Membantu, Masa Depan Aliansi Bisa Terancam

“Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi pusat layanan ekonomi komplet yang menjawab kebutuhan warga dan mendukung aktivitas usaha desa,” jelasnya.

Untuk menjamin pengelolaan berjalan optimal, pemerintah juga menurunkan 8.000 Business Assistant serta 1.104 Project Management Officer (PMO) yang nantinya mendampingi pelaksanaan operasional dan pengembangan usaha koperasi di lapangan.

Program besar ini ditargetkan selesai seluruhnya pada April—Mei 2026, ketika semua 82 ribu bangunan koperasi telah tuntas dan siap beroperasi secara menyeluruh.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya terpusat di kota, tetapi mengalir dari desa, tumbuh dari desa, dan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia,” tutur Wamenkop.

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam di Bawah 5 Persen
Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik, Ini Penjelasan Dishub
OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya, Bank Resmi Ditutup dan Masuk Proses Likuidasi
Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap
Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan
WFH Setiap Jumat Digagas Pemerintah, Strategi Hemat BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi
Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam di Bawah 5 Persen

Jumat, 3 April 2026 - 18:39 WIB

Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik, Ini Penjelasan Dishub

Jumat, 3 April 2026 - 09:00 WIB

OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya, Bank Resmi Ditutup dan Masuk Proses Likuidasi

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Rabu, 1 April 2026 - 19:53 WIB

Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap

Berita Terbaru