Hulu Balang Sakti Alam Kerinci Tegaskan Peran Penjaga Adat dan Alam, Siap Jadi Sayap Kanan LAM Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com — Pengurus inti Hulu Balang Sakti Alam Kerinci menggelar pertemuan perdana bersama Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci (LAM Kerinci) di Sekretariat LAM-SAK, Jl. Raya Semurup- Padang (Islamic Center), Kamis (29/1/2026). Pertemuan ini menandai penguatan peran Hulu Balang sebagai penjaga adat, pengawal marwah negeri, serta pelindung alam di tengah derasnya arus pembangunan.

Ketua Hulu Balang Sakti Alam Kerinci terpilih, Efyarman, menegaskan kesiapan lembaganya untuk berdiri sebagai sayap kanan LAM Kerinci, menjalankan tanggung jawab adat dalam memastikan pembangunan tidak melampaui batas nilai-nilai luhur warisan leluhur.

“Hulu Balang hadir bukan untuk menciptakan ketegangan, tetapi menjaga keseimbangan antara pembangunan, adat, dan kelestarian lingkungan. Kami berdiri untuk menjaga negeri, bukan menakut-nakuti,” tegas Efyarman.

Menurutnya, Sakti Alam Kerinci bukan ruang kosong, melainkan wilayah bertuah yang memiliki sejarah, batas adat, serta titipan leluhur yang tidak boleh diabaikan oleh kepentingan apa pun. Hulu Balang, kata dia, bertugas mengingatkan sebelum alam dan marwah negeri benar-benar dilukai.

Baca Juga :  Kejari Sungai Penuh Tingkatkan Keterbukaan Informasi Publik, Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers

“Pembangunan boleh berjalan, tetapi tidak boleh melukai alam dan mengabaikan hak anak negeri,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Efyarman juga berharap LAM Kerinci senantiasa memberikan bimbingan dan arahan agar peran Hulu Balang tetap berada pada koridor adat.

“Kami mohon arahan dari LAM Kerinci agar langkah Hulubalang lebih terarah dan tetap berpijak pada adat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal LAM Kerinci, Safwandi, Dpt (Kepalo Sembah), menilai kehadiran Hulu Balang merupakan panggilan adat untuk menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan di Tanah Sakti Alam Kerinci.

Baca Juga :  Meditasi Jadi Kunci Redakan Stres dan Kecemasan di Tengah Tekanan Hidup Modern

“Hulu Balang bukan simbol semata. Ketika adat terpinggirkan dan alam terancam, maka Hulu Balang wajib berdiri di barisan terdepan,” ujar Safwandi.

Ia mengingatkan bahwa dalam pandangan adat Kerinci, kerusakan alam selalu berujung pada penderitaan manusia.

“Kalau hutan rusak, air akan marah. Kalau air marah, manusia akan susah. Itu hukum adat yang sudah terbukti,” tegasnya.

Safwandi juga menekankan pentingnya peran generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya di tengah modernisasi.

“Anak muda boleh maju, tetapi jangan lupa tanah tempat berpijak. Adat itu penuntun arah, bukan beban,” katanya.

Melalui pertemuan ini, Hulu Balang Sakti Alam Kerinci menegaskan komitmennya untuk terus bersuara, mengawal kebijakan, serta menjaga adat dan alam demi keberlanjutan negeri dan masa depan generasi mendatang.

Berita Terkait

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah
Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris
Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan
Lembaga Adat Diminta Tidak Mengambil Alih Hak Tradisional Pemangku Adat
Marwah Pemangku Adat Jati Harus Dikembalikan, Aktivis Adat Sampaikan Seruan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:48 WIB

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:46 WIB

Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:01 WIB

Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:00 WIB

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB