Indonesia dan Selandia Baru Perkuat Kerja Sama Budaya, Fadli Zon Bahas MoU dengan Dubes Phillip Taula

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru menjajaki peluang memperkuat kerja sama di sektor kebudayaan. Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara sekaligus membahas rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama budaya di masa mendatang.

Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dubes Phillip Taula bersama jajaran Kedutaan Besar Selandia Baru. Ia menilai hubungan kedua negara memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi kebudayaan yang lebih luas.

Menurutnya, kerja sama budaya dapat mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri film, seni pertunjukan, penelitian kebudayaan, festival buku, hingga penguatan pengelolaan museum dan pelestarian warisan budaya.

Baca Juga :  Rambut Jato dalam Adat Kerinci, Jejak Filosofi yang Menjaga Marwah dan Identitas Budaya

Selain itu, Fadli juga membuka peluang pengembangan program residensi seniman yang memungkinkan pertukaran kreatif antara pelaku seni dari kedua negara. Program tersebut diharapkan dapat mendorong akulturasi budaya yang positif sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.

Ia juga menyinggung sejumlah forum kebudayaan global yang telah digagas Indonesia, seperti Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) dan CHANDI yang diselenggarakan pada 2025. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama kebudayaan di kawasan Pasifik.

Indonesia juga membuka peluang kolaborasi lain, termasuk kemungkinan pengajuan bersama unsur warisan budaya untuk mendapatkan pengakuan internasional. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan dan pelestarian nilai-nilai budaya yang dimiliki kedua negara.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Selandia Baru Phillip Taula menyambut baik gagasan kerja sama yang disampaikan pemerintah Indonesia. Ia menegaskan komitmen Selandia Baru untuk terus memperkuat hubungan dengan Indonesia, termasuk melalui kolaborasi kebudayaan dan peningkatan hubungan antar masyarakat.

Baca Juga :  Naskah Incung Ungkap Peran Kerinci dalam Jaringan Politik Jawa–Sumatra Abad XII–XIII

Phillip menilai kedua negara memiliki sejumlah kesamaan dalam praktik budaya, tradisi, hingga kuliner dan seni masyarakat. Kesamaan tersebut dinilai dapat menjadi dasar kuat untuk memperdalam hubungan sekaligus meningkatkan pemahaman antara masyarakat Indonesia dan Selandia Baru.

Melalui dialog ini, kedua negara sepakat untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama konkret di bidang kebudayaan. Pemerintah Selandia Baru juga menyambut positif rencana penyusunan MoU sebagai kerangka kerja yang akan memperkuat kolaborasi budaya di masa depan.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon turut didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti serta Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri.

 

Berita Terkait

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah
Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris
Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan
Lembaga Adat Diminta Tidak Mengambil Alih Hak Tradisional Pemangku Adat
Marwah Pemangku Adat Jati Harus Dikembalikan, Aktivis Adat Sampaikan Seruan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:48 WIB

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:46 WIB

Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:01 WIB

Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:22 WIB

Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan

Berita Terbaru