Ratusan Hektare Sawah di Kerinci Terancam Gagal Panen, Petani Minta Pemerintah Perbaiki Sistem Pengairan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com Ratusan petani di Kecamatan Air Hangat dan Air Hangat Barat tengah menghadapi masa-masa sulit akibat terganggunya sistem pengairan yang mengaliri lahan persawahan mereka. Minimnya suplai air membuat ratusan hektare sawah mengering dan berpotensi gagal panen untuk kedua kalinya dalam setahun.

Pak Wili (60), salah satu petani yang sawahnya terdampak, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan ini membuat seluruh jerih payahnya selama musim tanam sia-sia. Tanaman padi yang baru ditanam berubah menguning karena tidak mendapatkan pasokan air.

Baca Juga :  Wawako Sungai Penuh Tampilkan Identitas Melayu Tua Kerinci di Anugerah Gelar Adat Melayu Jambi

“Ini sudah yang kedua kali dalam satu tahun. Seperti yang terlihat, benih yang kami tanam menguning karena tidak ada air,” ujarnya dengan nada pasrah.

Nasib serupa juga dialami Amirzen (57), petani asal Desa Pasar Semurup. Ia mengatakan bahwa sumber air berada jauh di bagian hulu, sehingga dirinya harus berjaga sepanjang malam untuk memastikan aliran air tetap mengalir ke sawahnya, meski jumlahnya sangat terbatas dan harus berebut dengan petani lain.

Baca Juga :  Lonjakan Impor Indonesia Awal 2026 Capai US$ 21,20 Miliar

“Saya harus menjaga aliran air semalaman. Itu pun tidak banyak, karena kami sama-sama membutuhkan,” tuturnya.

Simak Cuplikan AndalasTV disini 

Amirzen menegaskan bahwa sawah bagi mereka adalah sumber utama kehidupan. Jika lahan tidak digarap, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Mewakili keluhan para petani lainnya, Amirzen berharap pemerintah segera melakukan perbaikan dan penataan kembali sistem irigasi agar distribusi air dapat kembali normal. Para petani menilai pembenahan ini sangat mendesak agar mereka tidak terus-menerus mengalami kerugian.

Berita Terkait

Bocah Hanyut di Drainase Kota Jambi Ditemukan Meninggal Dunia Sejauh 2,5 Kilometer
Menteri UMKM Soroti Kebijakan TikTok Shop soal Biaya Retur Rp5.000 yang Dibebankan ke Penjual
LAM-SAK Dorong Strategi Pembangunan Berbasis Budaya dan Sejarah Kerinci dalam Diskusi Rabuan Roadshow 2026
Bocah 7 Tahun Diduga Hanyut di Drainase Kota Jambi Saat Mandi Hujan
Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Danau Kerinci Barat, Akses Jalan Depati Parbo Lumpuh
Dua Perampok Lansia Penumpang Travel di Bungo Ditangkap
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Konflik Global dan Sentimen Domestik Jadi Pemicu
Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

Bocah Hanyut di Drainase Kota Jambi Ditemukan Meninggal Dunia Sejauh 2,5 Kilometer

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Menteri UMKM Soroti Kebijakan TikTok Shop soal Biaya Retur Rp5.000 yang Dibebankan ke Penjual

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:02 WIB

LAM-SAK Dorong Strategi Pembangunan Berbasis Budaya dan Sejarah Kerinci dalam Diskusi Rabuan Roadshow 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:00 WIB

Bocah 7 Tahun Diduga Hanyut di Drainase Kota Jambi Saat Mandi Hujan

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:31 WIB

Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Danau Kerinci Barat, Akses Jalan Depati Parbo Lumpuh

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Fantastis! Mangga Raksasa Dijual Hingga Rp500 Ribu per Buah

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:52 WIB

Budaya dan Wisata

Bahasa Kias Kerinci, Identitas Budaya yang Mulai Tergerus Zaman

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00 WIB