Puluhan Pekerja Pabrik Boneka di Cianjur Alami Histeria Massal, Aktivitas Sempat Terhenti

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com Suasana panik melanda sebuah pabrik boneka di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, setelah puluhan karyawannya mengalami histeria massal pada Senin pagi (25/11/2025).

Kejadian tersebut membuat para pekerja berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah karyawan tiba-tiba berteriak dan menangis tanpa kendali. Rekan-rekan mereka yang ketakutan langsung meninggalkan area produksi secara terburu-buru.

Dalam rekaman lain, petugas keamanan terlihat mengevakuasi beberapa pekerja yang menunjukkan gejala histeris. Kapolsek Sukaluyu, AKP Akhmad Tri Lesmana, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut sedikitnya 30 orang mengalami reaksi serupa.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Naikkan Anggaran Riset Nasional Jadi Rp12 Triliun, Fokus Swasembada dan Industrialisasi

“Begitu mendapat laporan, anggota kami langsung menuju lokasi. Total ada 30 karyawan yang menunjukkan tanda-tanda histeria,” kata Akhmad, Senin (25/11).

Ia menjelaskan bahwa para pekerja yang terdampak kemudian dipulangkan untuk mendapat ketenangan, sementara operasional pabrik tetap berjalan.

“Tidak ada penutupan pabrik. Karyawan yang histeris ditangani dan dipulangkan, sementara yang lain melanjutkan pekerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Staff General Affair PT Aurora, Aji Iksan, menjelaskan bahwa insiden tersebut diduga bermula dari salah satu karyawan yang jarinya tertusuk jarum saat bekerja. Insiden kecil itu memicu kepanikan hingga histeria berantai.

Baca Juga :  Odong-odong Berisi 20 Penumpang Terguling di Rumpin Bogor, Tiga Orang Luka Ringan

“Memang ada kejadian kesurupan, tapi penyebab pastinya belum bisa dipastikan. Informasinya dimulai ketika ada pekerja yang terkena tusukan jarum lalu berteriak, dan yang lain ikut panik,” jelasnya.

Menurut Aji, situasi kacau berlangsung sekitar satu jam sebelum akhirnya kembali normal. Para pekerja yang terdampak sudah dipulangkan dan dibantu perusahaan untuk memastikan mereka memperoleh ketenangan.

“Alhamdulillah kondisi sudah kondusif. Pekerja lain juga sudah diberi arahan agar segera melapor bila merasa tidak enak badan,” tambahnya.

Setelah situasi dinyatakan aman, aktivitas produksi kembali berjalan seperti biasa.

Berita Terkait

Remaja Hilang di Gunung Guntur Ditemukan Tanpa Busana dan Linglung, Ini Kronologinya
Perpanjangan STNK Tahunan Kini Lebih Mudah, Warga Tak Perlu Lagi Bawa BPKB
Tragedi Usai Bukber, Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Dianiaya Kelompok Pelajar
Pengumuman SNPMB 2026: Jadwal SNBP dan SNBT, Cara Cek Hasil serta Panduan Registrasi Akun
Pemprov Banten Verifikasi 1.200 Km Jalan Desa Rusak, Target Perbaikan 350 Km dalam Lima Tahun
Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Permukiman Warga Cibeber Cilegon, 320 Orang Terdampak
Tragedi Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Polisi Selidiki Kematian dengan Luka Lebam dan Bakar
Kematian Anak 12 Tahun dengan Luka Lebam di Jampangkulon Diselidiki Polisi

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 13:00 WIB

Remaja Hilang di Gunung Guntur Ditemukan Tanpa Busana dan Linglung, Ini Kronologinya

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:00 WIB

Perpanjangan STNK Tahunan Kini Lebih Mudah, Warga Tak Perlu Lagi Bawa BPKB

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:00 WIB

Tragedi Usai Bukber, Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Dianiaya Kelompok Pelajar

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:00 WIB

Pengumuman SNPMB 2026: Jadwal SNBP dan SNBT, Cara Cek Hasil serta Panduan Registrasi Akun

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Banten Verifikasi 1.200 Km Jalan Desa Rusak, Target Perbaikan 350 Km dalam Lima Tahun

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB