Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Permukiman Warga Cibeber Cilegon, 320 Orang Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon, Pribhumi.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cilegon, Banten sejak Kamis malam menyebabkan sejumlah kawasan dilanda banjir. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kelurahan Sambirata, Kecamatan Cibeber, dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang turun dalam waktu cukup lama serta kondisi drainase di kawasan tersebut yang kurang memadai. Air hujan yang tidak dapat mengalir dengan lancar akhirnya meluap dan merendam permukiman warga.

Baca Juga :  Lagi, 500 siswa di Cipongkor keracunan Makanan Bergizi Gratis

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Damanhuri, mengatakan bahwa banjir di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Sejak awal tahun 2026, wilayah Sambirata beberapa kali mengalami kejadian serupa setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun.

Menurutnya, sistem drainase yang sempit dan tidak mampu menampung debit air menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan di lingkungan warga.

“Curah hujan yang cukup tinggi ditambah dengan kondisi drainase yang sempit menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga,” ujar Damanhuri, Jumat (7/2/2026).

Baca Juga :  Kecelakaan di Flyover Mochtar Kusumaatmadja, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Berdasarkan data BPBD, sekitar 320 warga terdampak akibat banjir tersebut. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman di sekitar wilayah itu untuk menghindari genangan air yang semakin tinggi.

Meski demikian, hingga Jumat pagi sekitar pukul 07.20 WIB, masih ada sejumlah warga yang memilih bertahan di rumah mereka sambil menunggu air surut.

Petugas BPBD bersama aparat setempat terus melakukan pemantauan serta membantu proses evakuasi bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Berita Terkait

Misteri Hilang Tiga Tahun Terungkap, Pria ini Ditemukan Lemas di Lereng Gunung
Dedi Mulyadi Wacanakan Pajak Kendaraan Dihapus, Diganti Sistem Jalan Berbayar
Remaja Hilang di Gunung Guntur Ditemukan Tanpa Busana dan Linglung, Ini Kronologinya
Perpanjangan STNK Tahunan Kini Lebih Mudah, Warga Tak Perlu Lagi Bawa BPKB
Tragedi Usai Bukber, Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Dianiaya Kelompok Pelajar
Pengumuman SNPMB 2026: Jadwal SNBP dan SNBT, Cara Cek Hasil serta Panduan Registrasi Akun
Pemprov Banten Verifikasi 1.200 Km Jalan Desa Rusak, Target Perbaikan 350 Km dalam Lima Tahun
Tragedi Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Polisi Selidiki Kematian dengan Luka Lebam dan Bakar

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:22 WIB

Misteri Hilang Tiga Tahun Terungkap, Pria ini Ditemukan Lemas di Lereng Gunung

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Dedi Mulyadi Wacanakan Pajak Kendaraan Dihapus, Diganti Sistem Jalan Berbayar

Rabu, 1 April 2026 - 13:00 WIB

Remaja Hilang di Gunung Guntur Ditemukan Tanpa Busana dan Linglung, Ini Kronologinya

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:00 WIB

Perpanjangan STNK Tahunan Kini Lebih Mudah, Warga Tak Perlu Lagi Bawa BPKB

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:00 WIB

Tragedi Usai Bukber, Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Dianiaya Kelompok Pelajar

Berita Terbaru