Tragedi Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Polisi Selidiki Kematian dengan Luka Lebam dan Bakar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, Pribhumi.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga seorang bocah berinisial NS (12), warga Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026). Korban diketahui sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada sore hari.

NS merupakan santri kelas 1 SMP di sebuah pondok pesantren di wilayah Jampangkulon. Di lingkungan pesantren, ia dikenal sebagai anak yang pendiam dan tidak pernah terlibat masalah. Pembina pesantren, Isep Dadang Sukmana (62), menyebut korban memiliki cita-cita menjadi seorang kiai.

Menurut Isep, beberapa waktu sebelum kejadian, korban sempat pulang ke rumah menjelang Ramadan. Namun saat santri lain kembali ke pesantren, korban tidak kunjung hadir. Pihak pesantren kemudian mempertanyakan keberadaannya kepada keluarga.

Baca Juga :  Komdigi Ancam Blokir 25 Platform Digital, ChatGPT Ikut Terjaring Teguran Administratif

Tak lama kemudian, keluarga mengirimkan rekaman video yang memperlihatkan kondisi korban dengan sejumlah luka pada tubuhnya. Isep mengaku terkejut dan segera mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat.

Korban sempat dalam kondisi sadar dan berkomunikasi sebelum akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB, setelah sebelumnya dirawat sejak pagi hari.

Ayah korban, Anwar Satibi (38), mengaku terpukul atas kepergian putranya. Ia berharap apabila terdapat unsur tindak kekerasan dalam kasus ini, proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Lebong Bengkulu, Terjadi Menjelang Tengah Malam

Sementara itu, pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Sukabumi telah menerima laporan terkait kasus tersebut. Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Hartono, menyampaikan bahwa tim medis melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap secara jelas peristiwa yang menyebabkan meninggalnya bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon tersebut.

Berita Terkait

Remaja Hilang di Gunung Guntur Ditemukan Tanpa Busana dan Linglung, Ini Kronologinya
Perpanjangan STNK Tahunan Kini Lebih Mudah, Warga Tak Perlu Lagi Bawa BPKB
Tragedi Usai Bukber, Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Dianiaya Kelompok Pelajar
Pengumuman SNPMB 2026: Jadwal SNBP dan SNBT, Cara Cek Hasil serta Panduan Registrasi Akun
Pemprov Banten Verifikasi 1.200 Km Jalan Desa Rusak, Target Perbaikan 350 Km dalam Lima Tahun
Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Permukiman Warga Cibeber Cilegon, 320 Orang Terdampak
Kematian Anak 12 Tahun dengan Luka Lebam di Jampangkulon Diselidiki Polisi
Kecelakaan di Flyover Mochtar Kusumaatmadja, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 13:00 WIB

Remaja Hilang di Gunung Guntur Ditemukan Tanpa Busana dan Linglung, Ini Kronologinya

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:00 WIB

Perpanjangan STNK Tahunan Kini Lebih Mudah, Warga Tak Perlu Lagi Bawa BPKB

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:00 WIB

Tragedi Usai Bukber, Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Dianiaya Kelompok Pelajar

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:00 WIB

Pengumuman SNPMB 2026: Jadwal SNBP dan SNBT, Cara Cek Hasil serta Panduan Registrasi Akun

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Banten Verifikasi 1.200 Km Jalan Desa Rusak, Target Perbaikan 350 Km dalam Lima Tahun

Berita Terbaru