Pembagian Daging Kurban yang Benar Sesuai Syariat Islam

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan dan rasa syukur umat Muslim kepada Allah SWT. Setelah proses penyembelihan hewan kurban dilakukan, hal penting yang perlu diperhatikan adalah tata cara pembagian daging kurban agar sesuai dengan syariat Islam dan tepat sasaran.

Pembagian daging kurban tidak boleh dilakukan sembarangan. Dalam Islam, terdapat aturan mengenai siapa saja yang lebih berhak menerima daging kurban serta bagaimana proses distribusinya dilakukan secara adil dan amanah.

Memahami urutan pembagian daging kurban menjadi penting, khususnya bagi panitia dan shohibul kurban agar pelaksanaan ibadah tetap sah serta membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban

Berikut beberapa golongan utama yang dianjurkan menerima daging kurban berdasarkan syariat Islam dan penjelasan ulama:

1. Fakir dan Miskin

Golongan yang paling diutamakan dalam pembagian daging kurban adalah fakir dan miskin. Mereka merupakan masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga pembagian daging kurban dapat membantu kebutuhan pangan mereka saat Idul Adha.

2. Kerabat dan Tetangga

Baca Juga :  Pencarian Jemaah Haji Asal Indonesia Berakhir, Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat di Makkah

Daging kurban juga dianjurkan diberikan kepada keluarga, saudara, maupun tetangga. Selain membantu sesama, pembagian ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan sosial di lingkungan sekitar.

3. Musafir

Musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan dan mengalami kesulitan juga termasuk golongan yang berhak menerima daging kurban, meskipun secara ekonomi mereka tergolong mampu di daerah asalnya.

4. Panitia Kurban

Panitia yang membantu proses penyembelihan hingga distribusi kurban diperbolehkan menerima sebagian daging kurban sebagai bentuk penghargaan atas tenaga dan bantuan mereka selama pelaksanaan ibadah kurban.

5. Shohibul Kurban dan Keluarga

Orang yang berkurban juga diperbolehkan menikmati sebagian daging kurbannya bersama keluarga. Namun, pembagian kepada masyarakat yang membutuhkan tetap menjadi prioritas utama.

Urutan Pembagian Daging Kurban Menurut Islam

Dalam pelaksanaannya, pembagian daging kurban memiliki urutan yang dianjurkan dalam Islam. Prioritas utama diberikan kepada fakir miskin agar mereka dapat ikut merasakan kebahagiaan Hari Raya Idul Adha.

Setelah itu, daging kurban dapat dibagikan kepada kerabat, tetangga, sahabat, dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial serta mempererat hubungan antarsesama.

Baca Juga :  Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail: Awal Mula Ibadah Kurban dan Takbir Idul Adha

Shohibul kurban diperbolehkan mengambil sebagian daging, umumnya sekitar sepertiga bagian, untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarga. Namun, daging kurban tidak boleh diperjualbelikan, baik daging, kulit, maupun bagian lainnya.

Dalam kitab Fathul Mujibil Qarib, KH Afifuddin Muhajir menjelaskan:

“Orang yang berkurban tidak boleh menjual sebagian dari daging, bulu, atau kulit hewan kurban. Hukum menjualnya haram dan tidak sah, baik kurban wajib maupun sunnah.”

Tata Cara Pembagian Daging Kurban

Setelah hewan disembelih, daging biasanya dipotong dan dipisahkan antara daging, tulang, serta jeroan agar lebih mudah dibagikan. Selanjutnya, panitia melakukan penimbangan supaya setiap penerima memperoleh bagian yang merata.

Daging kurban kemudian dikemas menggunakan wadah atau plastik yang bersih dan layak. Ukuran pembagian umumnya disesuaikan agar cukup untuk satu keluarga penerima.

Panitia juga dianjurkan mendata warga yang berhak menerima, terutama masyarakat kurang mampu, agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.

Proses pembagian dapat dilakukan secara langsung ke rumah warga maupun melalui lokasi pembagian tertentu. Yang paling penting, distribusi dilakukan secara amanah, adil, dan mengutamakan masyarakat yang membutuhkan.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

5 Keutamaan Bersiwak dalam Islam, Sunnah Rasulullah yang Menjaga Kebersihan dan Mendatangkan Ridha Allah
10 Ide Olahan Daging Kurban Selain Sate dan Gulai, Enak hingga Praktis untuk Idul Adha
Bolehkah Makan Sebelum Salat Idul Adha? Ini Sunnah Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui
Jadwal dan Bacaan Takbiran Idul Adha 2026, Lengkap dengan Jenis Takbir
5 Tips Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban Agar Awet
Libur Idul Adha 2026 Resmi Ditetapkan, Cek Jadwal Tanggal Merah dan Potensi Long Weekend
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya
Hukum Potong Kuku dan Rambut Sebelum Kurban Idul Adha 2026, Ini Penjelasannya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:00 WIB

5 Keutamaan Bersiwak dalam Islam, Sunnah Rasulullah yang Menjaga Kebersihan dan Mendatangkan Ridha Allah

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

10 Ide Olahan Daging Kurban Selain Sate dan Gulai, Enak hingga Praktis untuk Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:00 WIB

Bolehkah Makan Sebelum Salat Idul Adha? Ini Sunnah Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:00 WIB

Jadwal dan Bacaan Takbiran Idul Adha 2026, Lengkap dengan Jenis Takbir

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:00 WIB

5 Tips Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban Agar Awet

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB