Jakarta, Pribhumi.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyampaikan perkembangan terbaru terkait rencana pengiriman pasukan ke Jalur Gaza dalam rangka menjalankan misi perdamaian internasional. Hingga saat ini, TNI menegaskan masih menunggu instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan bahwa secara kesiapan, TNI telah berada dalam posisi siap, namun keputusan akhir tetap berada di tangan pimpinan negara.
“Kita tunggu. TNI pada dasarnya siap, namun saat ini masih menunggu arahan dari pimpinan,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Sebelumnya, beredar laporan bahwa pasukan internasional, termasuk dari Indonesia, direncanakan akan mulai dikerahkan ke Jalur Gaza pada Mei 2026. Misi ini merupakan bagian dari tahapan lanjutan upaya perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Media Israel melaporkan bahwa sekitar 5.000 personel dari Indonesia berpotensi ikut serta dalam misi tersebut, bersama pasukan dari sejumlah negara lain seperti Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo. Pasukan ini dijadwalkan mulai bertugas pada awal Mei.
Dalam tahap awal, pasukan internasional akan ditempatkan di wilayah selatan Gaza, khususnya di sekitar Rafah, yang tengah dikembangkan dengan dukungan Uni Emirat Arab. Penempatan ini nantinya akan diperluas ke wilayah lain di Gaza secara bertahap.
Selain itu, delegasi militer dari negara-negara yang terlibat juga diperkirakan akan tiba di Israel dalam beberapa pekan ke depan guna melakukan peninjauan lapangan sebelum proses pengerahan dimulai.











