RUU KUHAP Resmi Disahkan: DPR Tegaskan Penguatan Hak Warga Negara dan Modernisasi Peradilan Pidana

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) menjadi undang-undang dalam rapat paripurna ke-8 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 pada Selasa (18/11/2025). Keputusan itu diambil setelah seluruh fraksi menyatakan persetujuan secara bulat.

Ketua DPR Puan Maharani yang memimpin jalannya sidang menegaskan bahwa pengesahan KUHAP baru merupakan momentum penting dalam pembaruan sistem peradilan pidana nasional.
“Dengan persetujuan seluruh fraksi, RUU KUHAP resmi ditetapkan menjadi undang-undang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyampaikan laporan komprehensif mengenai urgensi revisi KUHAP. Ia menegaskan bahwa regulasi sebelumnya memberi porsi kekuasaan yang terlalu besar kepada negara—khususnya aparat penegak hukum. Melalui KUHAP baru, DPR berupaya memperkuat perlindungan terhadap warga negara dan memastikan proses hukum berjalan lebih adil, transparan, dan akuntabel.

“KUHAP ini mempertegas perlindungan bagi tersangka, terdakwa, korban, dan saksi. Negara tak lagi menjadi aktor yang terlalu dominan. Hak-hak warga negara kini diperkuat, termasuk melalui penguatan profesi advokat sebagai pendamping hukum,” jelas Habiburokhman.

Baca Juga :  Jambi Raih Predikat Tertinggi Opini Ombudsman 2025, Tanpa Maladministrasi

Ia menambahkan bahwa revisi KUHAP menjadi kebutuhan mendesak jelang pemberlakuan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang mulai efektif pada 2 Januari 2026. KUHAP baru ini disusun untuk mengimbangi paradigma pemidanaan modern yang menekankan pendekatan restoratif, rehabilitatif, dan berorientasi pada perlindungan korban.

Dalam undang-undang yang disahkan, terdapat 14 substansi utama pembaruan, di antaranya:

Penyesuaian hukum acara pidana dengan perkembangan hukum nasional dan internasional.

Harmonisasi dengan KUHP baru yang mengedepankan prinsip keadilan restoratif.

Penegasan diferensiasi fungsi penyidik, penuntut umum, hakim, advokat, dan pemimpin masyarakat.

Perbaikan kewenangan penyelidik, penyidik, dan penuntut umum termasuk koordinasi antarlembaga.

Penguatan hak tersangka, terdakwa, korban, dan saksi, termasuk perlindungan dari ancaman dan kekerasan.

Penguatan peran advokat dalam sistem peradilan pidana.

Pengaturan mekanisme keadilan restoratif.

Baca Juga :  PS6 Dikabarkan Tetap Rilis 2027 Meski Krisis RAM, Sony Disebut Tak Akan Menunda

Perlindungan khusus bagi kelompok rentan: disabilitas, perempuan, anak, dan lansia.

Penguatan perlindungan bagi penyandang disabilitas dalam setiap tahap pemeriksaan.

Perbaikan aturan upaya paksa sesuai asas due process of law.

Pengenalan mekanisme baru seperti plea agreement dan penundaan penuntutan korporasi.

Pengaturan pertanggungjawaban pidana korporasi.

Penegasan hak kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi bagi korban atau pihak yang dirugikan.

Modernisasi proses peradilan untuk mewujudkan sistem yang cepat, sederhana, transparan, dan akuntabel.

Habiburokhman menutup laporannya dengan menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan RUU tersebut.
“Syukur alhamdulillah, pembahasan RUU KUHAP yang sangat krusial akhirnya tuntas. Regulasi ini diharapkan menjadi pegangan penting bagi seluruh aparat penegak hukum dalam mengawal keadilan, seiring berlakunya KUHP baru,” ujarnya.

Dengan pengesahan ini, Indonesia memasuki babak baru reformasi hukum pidana, menegaskan komitmen negara untuk menghadirkan hukum yang lebih manusiawi, adaptif, dan melindungi seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Berita Terkait

WFH Sehari Seminggu Berlaku, Menaker Tegaskan Gaji Karyawan Tetap Dibayar Penuh
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026, Ini Panduan Lengkap Lapor Pajak via Coretax
Pemerintah Terapkan WFH Sehari untuk Swasta Mulai April 2026, Upaya Hemat BBM
Pertamina Umumkan Harga BBM Terbaru Berlaku 1 April 2026, Ini Rincian Kenaikan Sebelumnya
Indonesia Cari Sumber Minyak Baru, Selat Hormuz Masih Tertutup oleh Iran
Mensos Tegas! Ribuan ASN Kemensos Mangkir Usai Lebaran, Siap-Siap Dipecat
Presiden Pastikan Demokrasi Sehat, Kritik Tidak Boleh Dibungkam
Balik Nama Kendaraan Bekas Kini Bebas Bea, Ini Rincian Biaya yang Tetap Harus Dibayar

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 09:00 WIB

WFH Sehari Seminggu Berlaku, Menaker Tegaskan Gaji Karyawan Tetap Dibayar Penuh

Rabu, 1 April 2026 - 23:00 WIB

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026, Ini Panduan Lengkap Lapor Pajak via Coretax

Rabu, 1 April 2026 - 19:00 WIB

Pemerintah Terapkan WFH Sehari untuk Swasta Mulai April 2026, Upaya Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:00 WIB

Pertamina Umumkan Harga BBM Terbaru Berlaku 1 April 2026, Ini Rincian Kenaikan Sebelumnya

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:00 WIB

Indonesia Cari Sumber Minyak Baru, Selat Hormuz Masih Tertutup oleh Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB