Polri Siapkan Regulasi Khusus Peredaran Whip Pink Usai Kasus Kematian Influencer Lula Lahfah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Kepolisian Republik Indonesia bersama sejumlah lembaga terkait tengah menyiapkan aturan baru untuk mengendalikan peredaran Whip Pink yang mengandung gas tertawa atau Nitrous Oxide (N2O). Langkah ini diambil menyusul ditemukannya tabung Whip Pink di apartemen influencer Lula Lahfah yang meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026).

Bareskrim Polri menilai peredaran dan penggunaan N2O di luar kepentingan medis dan industri perlu diawasi lebih ketat karena rawan disalahgunakan, terutama di lingkungan hiburan.

Kasubdit 3 Ditresnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Zulkarnain Harahap, menyatakan pihaknya kini intens berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk merumuskan skema pengaturan sekaligus penindakan hukum yang tepat.

Menurut Zulkarnain, regulasi yang disiapkan akan mencakup aspek produksi, distribusi, hingga potensi penyalahgunaan N2O di masyarakat. Selama ini, gas tersebut memang memiliki kegunaan legal, namun celah pemanfaatan di luar peruntukan dinilai semakin meluas.

Baca Juga :  Kementerian PU Tegaskan Komitmen Asta Cita: 53 Bendungan Rampung dan Infrastruktur Rakyat Jadi Prioritas

Secara regulatif, penggunaan Nitrous Oxide sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan serta tercatat dalam Formularium Nasional. Dalam praktik medis, N2O lazim dipakai sebagai anestesi terbatas, khususnya di layanan kedokteran gigi. Di sektor lain, gas ini digunakan sebagai pendorong whipped cream dalam industri makanan serta penunjang performa mesin di bidang otomotif.

Namun aparat menegaskan, legalitas penggunaan di sektor tertentu tidak dapat dijadikan dasar pembenaran untuk pemakaian bebas. Penyalahgunaan N2O tanpa pengawasan medis berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Zulkarnain menjelaskan paparan gas tersebut dapat memicu hipoksia atau kekurangan oksigen, gangguan saraf (neuropati), frostbite akibat suhu ekstrem, defisiensi vitamin B12, hingga komplikasi lain yang berbahaya. Ia juga meluruskan anggapan keliru bahwa gas tertawa selalu aman, tidak menimbulkan ketergantungan, dan efeknya ringan.

Baca Juga :  KUHP Baru dan Restorative Justice: Saatnya DPRD Kerinci Gunakan Hak Inisiatif Perda Adat

Sementara itu, terkait kasus Lula Lahfah, polisi menyebut korban ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Laporan pertama diterima petugas keamanan apartemen pada pukul 18.44 WIB.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengatakan saat petugas tiba, korban ditemukan dalam posisi telentang di atas tempat tidur, tertutup selimut, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. Dari lokasi, polisi turut mengamankan sejumlah obat-obatan serta dokumen rawat jalan dari RSPI yang berkaitan dengan kondisi kesehatan korban.

Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung, termasuk pendalaman terhadap barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian.

Berita Terkait

Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah
Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kasus Dugaan Tudingan Ijazah Palsu Masuk Tahap Penuntutan
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Tahap Pelimpahan ke Kejaksaan
Timwas Haji DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji, Biaya Turun dan Masa Tunggu Berkurang di Era Pemerintahan Prabowo
BGN Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah, Seluruh Dapur Akan Diaudit
Komisi VIII DPR RI Dorong Pemerintah Perketat Pengawasan Konten LGBT di Media Sosial
Nuzran Joher Desak Pembenahan Pengaduan WNA di Kantor Imigrasi Indonesia
Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik Rp1 Triliun di BGN

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Nuzran Joher Dorong Penguatan Pengawasan BBM Bersubsidi, Ombudsman Gandeng BPH Migas hingga Daerah

Senin, 22 Juni 2026 - 07:52 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kasus Dugaan Tudingan Ijazah Palsu Masuk Tahap Penuntutan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:00 WIB

Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Tahap Pelimpahan ke Kejaksaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:00 WIB

Timwas Haji DPR Apresiasi Transformasi Layanan Haji, Biaya Turun dan Masa Tunggu Berkurang di Era Pemerintahan Prabowo

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:00 WIB

BGN Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah, Seluruh Dapur Akan Diaudit

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB