Purbaya Tegur Ekonom Soal Isu Ekonomi Hancur: Jangan Sebar Ketakutan Tanpa Data

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan para ekonom agar tidak sembarangan menyampaikan prediksi negatif yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama terkait kondisi ekonomi Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kritik tetap diperbolehkan, namun harus disertai dasar analisis yang jelas dan terukur. Pernyataan yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur dalam waktu dekat dinilai tidak berdasar.

Menurut Purbaya, sejumlah pandangan pesimistis hanya bertumpu pada kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah akibat konflik di Timur Tengah, tanpa mempertimbangkan langkah strategis pemerintah dalam meredam dampak tersebut.

Baca Juga :  Kemnaker Siapkan Magang Nasional 2026, Target 100 Ribu Peserta

Ia juga menilai asumsi bahwa harga minyak bisa menembus US$200 per barel hingga memicu resesi global merupakan spekulasi berlebihan. Jika skenario itu terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan Indonesia, melainkan seluruh negara di dunia.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa analisis ekonomi seharusnya menggunakan data historis dan perhitungan yang jelas, bukan sekadar opini tanpa dasar. Ia bahkan menyindir pihak-pihak yang menyampaikan prediksi tanpa landasan kuat.

Terkait konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Purbaya optimistis kondisi tersebut tidak akan berujung pada resesi ekonomi global. Ia juga meyakini harga minyak dunia tidak akan melonjak setinggi yang dikhawatirkan.

Baca Juga :  Putri Ananda Resmi Nahkodai KADIN Kaltim

Purbaya mencontohkan situasi di Amerika Serikat, di mana kenaikan harga energi sudah mulai menimbulkan tekanan domestik. Presiden Donald Trump disebut mulai mengambil langkah berbeda untuk menjaga stabilitas harga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap fokus menjaga kondisi ekonomi dalam negeri agar tetap stabil di tengah tekanan global yang terjadi.

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap
Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan
WFH Setiap Jumat Digagas Pemerintah, Strategi Hemat BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi
Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.995 per Dolar AS, Sentimen Global Masih Menekan
Konflik Timur Tengah Tekan Harga Emas, Beralih ke Dolar Jadi Tren
Wacana Pangkas Gaji Menteri dan DPR, Efektifkah Tekan Defisit APBN?

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Rabu, 1 April 2026 - 19:53 WIB

Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap

Rabu, 1 April 2026 - 11:00 WIB

Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:00 WIB

WFH Setiap Jumat Digagas Pemerintah, Strategi Hemat BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB