Jakarta, Pribhumi.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam menjaga komitmen keuangan negara, khususnya dalam hal pembayaran utang. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.
Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa sejak berdiri sebagai negara merdeka, Indonesia tidak pernah mengalami gagal bayar utang. Ia menekankan bahwa setiap pemerintahan selalu bertanggung jawab melunasi kewajiban yang diwariskan dari pemerintahan sebelumnya sebagai bentuk penghormatan terhadap komitmen negara.
Menurut Prabowo, konsistensi tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa kredibilitas ekonomi Indonesia diakui secara internasional. Ia menyebut berbagai lembaga global menilai Indonesia sebagai negara dengan ketahanan ekonomi yang kuat, bukan karena optimisme semata, melainkan berdasarkan data dan kebijakan yang terukur.
Presiden juga menyinggung pentingnya pengelolaan utang yang disiplin dan hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tanpa menimbulkan risiko berlebihan.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total utang pemerintah hingga kuartal III tahun 2025 tercatat sebesar Rp 9.408,64 triliun. Sebagian besar utang tersebut berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai lebih dari 87 persen, sementara sisanya berupa pinjaman.
Pemerintah menyatakan terus berupaya menjaga struktur utang yang sehat dan berkelanjutan, seiring dengan penguatan pasar keuangan domestik dan stabilitas fiskal nasional.










