Jakarta, Pribhumi.com — Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Washington, D.C., Amerika Serikat dalam rangka kunjungan kerja resmi. Agenda utama kunjungan tersebut adalah pertemuan bilateral dengan Presiden AS, Donald Trump, guna merampungkan negosiasi tarif perdagangan antara kedua negara.
Keberangkatan Prabowo dilakukan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dengan didampingi sejumlah pejabat terbatas. Turut dalam rombongan antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pesawat maskapai Garuda Indonesia membawa rombongan langsung menuju ibu kota AS.
Informasi keberangkatan tersebut disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Presiden dijadwalkan melakukan pembahasan intensif terkait penguatan hubungan bilateral, termasuk kerja sama strategis di sektor ekonomi.
Selain membahas penyempurnaan perundingan tarif, kedua kepala negara juga direncanakan menandatangani kesepakatan perdagangan timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan ini diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memberikan keuntungan seimbang bagi kedua negara.
Sebelum keberangkatan, Prabowo lebih dulu menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menteri bidang ekonomi di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya memastikan setiap perundingan ekonomi, terutama dengan Amerika Serikat, memberikan manfaat optimal bagi Indonesia. Pemerintah menargetkan hasil kesepakatan ini mampu meningkatkan produktivitas industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Kunjungan ini dinilai sebagai bagian dari diplomasi aktif pemerintah untuk memperluas akses pasar internasional dan memperkokoh fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika perdagangan global.










