Jakarta, Pribhumi.com – Badan Pusat Statistik melaporkan total nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$ 21,20 miliar. Angka tersebut meningkat 18,21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Impor sektor migas tercatat sebesar US$ 3,17 miliar atau tumbuh 27,52% secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas mencapai US$ 18,04 miliar, naik 16,71% dibandingkan Januari 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan kenaikan impor tahunan terutama dipicu peningkatan impor nonmigas dengan kontribusi sebesar 14,40%.
Sepanjang Januari 2026, seluruh golongan penggunaan mencatat kenaikan impor secara tahunan. Impor barang konsumsi meningkat 11,81%. Impor bahan baku atau penolong sebagai penyumbang utama naik 14,67% dengan andil 10,61%. Selain itu, impor barang modal melonjak 35,23%.
Berdasarkan negara asal, tiga mitra utama impor Indonesia adalah Tiongkok, Australia, dan Jepang dengan kontribusi gabungan 54,92% terhadap total impor nasional. Impor nonmigas dari Tiongkok mencapai US$ 7,89 miliar, didominasi mesin dan perlengkapan elektrik beserta komponennya dengan pangsa 23,42%, meningkat 49,79% secara tahunan.
Impor nonmigas dari Australia tercatat US$ 1,07 miliar, terutama berupa logam mulia dan perhiasan dengan pangsa 47,54% serta pertumbuhan signifikan 634,30% dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, impor nonmigas dari Jepang sebesar US$ 0,95 miliar, didominasi mesin dan peralatan mekanis dengan pangsa 20,68%, namun mengalami penurunan 21,20% secara tahunan.











