JAKARTA, Pribhumi.com – Harga emas yang sebelumnya menunjukkan tren kenaikan signifikan kini justru mengalami penurunan tajam menjelang momen Idulfitri 2026. Padahal, logam mulia sempat diprediksi mampu menembus angka Rp 3,5 juta per gram saat Lebaran.
Dalam sepekan terakhir, harga emas tercatat turun drastis hingga Rp 103.000 per gram. Dari posisi tertingginya di angka Rp 2.996.000 per gram pada Rabu (18/3), harga emas merosot menjadi Rp 2.893.000 per gram pada Sabtu (21/3).
Penurunan ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kondisi tersebut menciptakan ketidakpastian global yang berdampak langsung terhadap pergerakan harga emas.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa konflik yang berlangsung tanpa arah kepemimpinan yang jelas di Iran membuat situasi semakin sulit diprediksi. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Menurutnya, investor kini cenderung meninggalkan emas dan beralih ke dolar AS sebagai instrumen investasi yang lebih aman (safe haven). Pergeseran ini turut menekan harga emas di pasar global.
Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak mentah dunia juga menjadi penyebab lain melemahnya harga emas. Harga minyak jenis brent crude bahkan sempat menyentuh level US$ 112 per barel. Kondisi ini berpotensi meningkatkan inflasi global.
Ketika inflasi meningkat, bank sentral di berbagai negara cenderung mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga. Kebijakan ini membuat instrumen investasi berbasis bunga seperti obligasi dan deposito menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Ibrahim menambahkan, dalam pertemuan terakhir, bank sentral global masih mempertahankan suku bunga. Namun, ada peluang besar kenaikan suku bunga dalam waktu dekat sebagai respons terhadap tekanan inflasi.
“Kenaikan suku bunga akibat inflasi tinggi memberikan dampak negatif terhadap harga emas, karena investor lebih memilih aset dengan imbal hasil yang lebih pasti,” ujarnya.











