Jakarta, Pribhumi.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah mengevakuasi 32 warga negara Indonesia (WNI) dari Iran dalam gelombang pertama evakuasi di tengah memburuknya situasi keamanan di negara tersebut. Para WNI saat ini telah tiba di Baku, Azerbaijan, dan tengah menunggu jadwal penerbangan untuk kembali ke Indonesia.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan jalur darat dari Iran menuju Azerbaijan.
“Mencermati perkembangan situasi dan keamanan di Iran, evakuasi WNI dari Iran akan dilaksanakan secara bertahap. Jalur yang digunakan adalah Iran–Azerbaijan. Batch pertama diikuti oleh 32 orang dan saat ini mereka sudah berada di Baku serta menunggu penerbangan menuju Tanah Air,” ujar Heni kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Kemlu memastikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus berkoordinasi dengan seluruh WNI yang masih berada di Iran. Pemerintah juga masih memantau perkembangan situasi keamanan sebelum memutuskan langkah evakuasi berikutnya.
Menurut Heni, keputusan untuk melakukan gelombang evakuasi selanjutnya akan ditentukan pemerintah setelah dilakukan penilaian situasi oleh KBRI Teheran.
“Rencana evakuasi berikutnya akan diputuskan pemerintah RI setelah melalui assessment dari KBRI Teheran dengan mempertimbangkan situasi keamanan dan kondisi riil di lapangan yang sangat dinamis,” katanya.
KBRI Teheran juga terus melakukan komunikasi aktif dengan para WNI yang tinggal maupun yang sedang berada sementara di Iran agar dapat memantau kondisi mereka secara langsung.
“KBRI Teheran terus melakukan engagement dan outreach dengan para WNI lain yang masih berada di wilayah Iran, baik yang menetap maupun yang sedang berada di sana saat ini,” tambahnya.
Situasi keamanan di Iran memburuk setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pada Sabtu (28/2). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Iran kemudian melakukan serangan balasan ke Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Semenanjung Arab. Hingga kini, aksi saling serang masih terus berlangsung.
Media internasional Al Jazeera melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Iran telah melampaui 1.000 orang. Hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda gencatan senjata atau upaya perdamaian dari pihak-pihak yang terlibat konflik.











