Iran Luncurkan Rudal Balistik Sejjil ke Israel, Pertama Kali Digunakan dalam Perang dengan AS dan Israel

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Pribhumi.com – Angkatan Bersenjata Iran dilaporkan meluncurkan sejumlah rudal balistik canggih jenis Sejjil ke wilayah Israel sebagai respons atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Rudal tersebut disebut digunakan untuk pertama kalinya sejak konflik bersenjata pecah pada akhir Februari 2026.

Media internasional Al Jazeera melaporkan bahwa Iran mengerahkan rudal Sejjil dalam serangan balasan terhadap operasi militer gabungan AS dan Israel. Peluncuran rudal ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan tersebut, rudal Sejjil menggunakan bahan bakar padat, yang membuat proses peluncurannya lebih cepat serta lebih sulit dideteksi maupun dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Informasi itu juga diperkuat oleh media pemerintah Iran, Press TV. Dalam laporannya disebutkan bahwa rudal Sejjil diluncurkan sebagai bagian dari gelombang ke-54 operasi militer bertajuk “True Promise 4” yang menargetkan kepentingan Israel dan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Tujuh Orang Tawanan Demo PLTA dilepaskan Polres Kerinci

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (15/3/2026) waktu setempat mengumumkan bahwa serangan balasan tersebut dijalankan dengan sandi operasi “Ya Zahra”.

IRGC menyebut berbagai jenis rudal dikerahkan dalam operasi itu, termasuk rudal berat Khorramshahr yang memiliki hulu ledak ganda. Selain itu, Iran juga menggunakan rudal jenis Kheybar, Qadr, dan Emad.

Press TV menyatakan rudal Sejjil menjadi salah satu senjata utama yang digunakan Iran sejak konflik dengan AS dan Israel dimulai pada akhir Februari. Target serangan disebut meliputi pusat komando dan kendali militer Israel serta sejumlah infrastruktur strategis.

Baca Juga :  BGN Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah, Seluruh Dapur Akan Diaudit

Berdasarkan laporan NDTV, Sejjil merupakan rudal balistik jarak menengah dengan dua tahap peluncuran dan menggunakan bahan bakar padat. Rudal ini diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer dengan kapasitas muatan hingga 700 kilogram.

Kemampuan manuver rudal tersebut di ketinggian juga membuatnya dijuluki “dancing missile”, karena dinilai mampu menghindari sistem pertahanan udara seperti Iron Dome milik Israel.

Sementara itu, Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menyebut rudal Sejjil memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter sekitar 1,25 meter, serta bobot mencapai 23.600 kilogram.

Desain berbahan bakar padat yang digunakan rudal ini memberikan keunggulan strategis karena memungkinkan proses persiapan dan peluncuran dilakukan lebih cepat dibandingkan rudal yang menggunakan bahan bakar cair.

 

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB