Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon, Peringatkan Risiko Konflik Meluas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com — Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras terhadap serangan militer yang dilakukan Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil serta kerusakan parah pada infrastruktur.

Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri RI menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, khususnya hukum humaniter yang mengatur perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.

Kemlu juga mengingatkan bahwa eskalasi kekerasan ini berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berdampak terhadap stabilitas keamanan global.

Baca Juga :  Kebakaran Gedung di Manlleu Tewaskan 5 Remaja, Dugaan Dipicu Aktivitas Hirup Gas

Indonesia mendesak Israel untuk segera menghentikan seluruh bentuk agresi militer di Lebanon serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas umum sesuai ketentuan hukum internasional.

Selain itu, Indonesia menyerukan semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri, menempuh jalur diplomasi, dan mengutamakan dialog demi mencegah situasi semakin memburuk.

Di sisi lain, laporan menyebutkan bahwa serangan udara besar-besaran terjadi di Beirut pada Rabu, yang disebut sebagai salah satu gelombang serangan terbesar sejak konflik kembali memanas pada awal Maret.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Dorong Penyatuan Adat Kerinci-Sungai Penuh, LAM-SAK Perkuat Jati Diri Adat Lamo Pasko Usang

Data sementara menunjukkan jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 254 orang, dengan 92 di antaranya berasal dari Beirut.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan. Iran menyatakan bahwa penghentian serangan di Lebanon termasuk dalam kesepakatan tersebut.

Namun, pihak Amerika Serikat menegaskan bahwa kesepakatan itu tidak mencakup konflik di Lebanon. Presiden Donald Trump bahkan menyebut situasi di Lebanon sebagai konflik yang terpisah dari kesepakatan yang telah dicapai.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru