Studi Ungkap Perempuan Paling Terancam Otomatisasi AI dan Tertinggal dalam Pemanfaatan Teknologi Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

London, Pribhumi.com Perkembangan kecerdasan buatan yang semakin cepat ternyata membawa ancaman tersendiri bagi perempuan di dunia kerja. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi berbasis AI, sekaligus lebih jarang memanfaatkan teknologi AI generatif yang kini semakin dibutuhkan di berbagai industri.

Laporan yang dikutip The Independent pada Rabu (19/11) itu menyebutkan bahwa perempuan dua kali lebih sering berada di posisi pekerjaan yang rentan tergantikan mesin, mulai dari administrasi, pembukuan, hingga layanan kasir serta staf kantor lainnya. Pekerjaan-pekerjaan yang selama ini banyak diisi perempuan menjadi kategori paling rawan terdampak otomatisasi.

Baca Juga :  Presiden Iran Sampaikan Belasungkawa dan Siap Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Besar di Sumatra

Selain itu, penelitian tersebut menemukan adanya kesenjangan signifikan dalam penggunaan alat AI generatif. Perempuan tercatat 20 persen lebih kecil kemungkinannya untuk memanfaatkan perangkat tersebut dibanding laki-laki. Kesenjangan pemanfaatan ini dianggap akan mempersulit perempuan untuk bertahan, apalagi berkembang, dalam pekerjaan yang membutuhkan kemampuan mengoperasikan teknologi AI.

Laporan berjudul “AI Gender Gap” yang disusun perusahaan konsultan Credera juga menyoroti minimnya representasi perempuan dalam sektor teknologi dan kecerdasan buatan. Dari seluruh talenta AI di tingkat global, hanya sekitar 22 persen di antaranya merupakan perempuan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk organisasi sosial Supermums, yang selama ini fokus membantu perempuan—khususnya para ibu—memasuki industri teknologi. Pendiri Supermums, Heather Black, mengingatkan bahwa perempuan memiliki risiko “tertinggal” jika kesenjangan akses dan penggunaan AI tidak segera ditangani.

Baca Juga :  Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur

“Perempuan, terutama para ibu, akan menjadi pihak yang paling terdampak dari gelombang kebangkitan AI,” ujar Black, menekankan bahwa memahami dan mempelajari cara kerja AI menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar pilihan.

Menurutnya, teknologi AI akan terus berkembang dan diterapkan di banyak sektor, sehingga perempuan perlu mendapatkan dukungan akses dan pelatihan agar tidak tersisih dalam transformasi digital yang tengah berlangsung.

 

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru