Dr. M. Djamil, Putra Minang dengan Dua Gelar Doktor Dunia yang Namanya Diabadikan sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Pribhumi.com Nama Dr. M. Djamil selama ini dikenal luas sebagai Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) rujukan utama di Sumatera Barat. Namun, di balik nama besar tersebut tersimpan kisah luar biasa seorang tokoh bangsa yang pernah mengharumkan Indonesia di kancah kedokteran dunia.

Dr. Mohammad Djamil, DPH (1898–1962), merupakan putra Minangkabau pertama yang mencatatkan sejarah monumental dengan meraih dua gelar doktor kedokteran dari dua benua berbeda, yakni Eropa dan Amerika Serikat. Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu intelektual medis paling berpengaruh pada masanya.

Setelah menamatkan pendidikan dasar kedokteran di STOVIA, Batavia, Dr. Djamil melanjutkan studi ke Belanda. Pada 31 Mei 1932, ia berhasil meraih gelar Doctor Medicinae Interne Ziekten dari Universitas Utrecht. Prestasi ini belum membuatnya berhenti menimba ilmu.

Baca Juga :  Inspirasi Menata Rumah Bernuansa Islami agar Nyaman dan Menenangkan

Dengan dukungan beasiswa dari Yayasan Rockefeller, Dr. Djamil kemudian melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat. Di Universitas Johns Hopkins, salah satu pusat pendidikan medis terbaik dunia, ia kembali mencetak sejarah. Pada 12 Juni 1934, ia resmi memperoleh gelar Doctor of Public Health (DPH) setelah mempertahankan disertasi di bidang bakteriologi.

Prestasi tersebut menjadikan Dr. M. Djamil sebagai orang Indonesia pertama yang menyandang dua gelar doktor dari luar negeri—sebuah pencapaian yang bahkan hingga kini masih tergolong langka.

Sekembalinya ke tanah air, Dr. Djamil mendedikasikan keilmuannya untuk kepentingan rakyat. Ia dikenal sebagai ahli malaria atau malarialoog yang inovatif. Salah satu terobosannya adalah penggunaan dedak sebagai metode sederhana namun efektif untuk membasmi jentik nyamuk, yang terbukti menekan penyebaran malaria di berbagai daerah.

Baca Juga :  Polri Nonaktifkan Kapolres Sleman Usai Polemik Kasus Suami Korban Jambret Jadi Tersangka

Tak hanya di bidang kesehatan, kontribusi Dr. Djamil juga sangat besar dalam dunia pemerintahan dan pendidikan. Ia pernah menjabat sebagai Residen Sumatera Barat dan Gubernur Militer Sumatera Tengah, serta menjadi pelopor pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Perpaduan antara kecerdasan ilmiah kelas dunia, pengabdian sosial, dan kepemimpinan nasional menjadikan Dr. M. Djamil sebagai figur teladan sepanjang masa. Pengabadian namanya sebagai RSUP Dr. M. Djamil Padang menjadi simbol penghormatan atas jasa besar seorang putra Minang yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan dan bangsa Indonesia.

Berita Terkait

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global
Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Longsor, 9 Penambang Tewas Tertimbun
Banjir dan Longsor Terjang Tanah Datar, Lima Rumah dan Jembatan Hanyut
Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan
Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur
6 Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Bisa Dilakukan di Rumah
Biaya Tes DNA di Indonesia 2026, Ini Jenis dan Kisaran Harganya
Jangan Sepelekan Sepatu Sempit, Ini 6 Dampak Buruk bagi Kesehatan Kaki

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:00 WIB

Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Longsor, 9 Penambang Tewas Tertimbun

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:00 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Tanah Datar, Lima Rumah dan Jembatan Hanyut

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:00 WIB

Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:00 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB