Jakarta, Pribhumi.com — Seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh, Bripda M Rio, menjadi sorotan nasional setelah diduga nekat meninggalkan institusinya dan bergabung sebagai tentara bayaran di Rusia. Rio telah dinyatakan desersi sejak 8 Desember 2025 karena tidak kembali menjalankan tugas kedinasan tanpa keterangan yang sah.
Nama Bripda Rio mulai viral di media sosial sejak Rabu, 7 Januari 2026, usai beredarnya pesan singkat yang ia kirimkan melalui aplikasi WhatsApp kepada sejumlah rekannya sesama anggota Brimob. Dalam pesan tersebut, Rio melampirkan foto dan video yang memperlihatkan dirinya mengenakan atribut militer Rusia dan berada di wilayah konflik.
Dalam sejumlah rekaman video, Rio terlihat sedang beristirahat usai patroli di kawasan Donbas, wilayah konflik antara Rusia dan Ukraina. Ia juga memperkenalkan sejumlah rekan seperjuangan yang berasal dari berbagai negara, seperti Kolombia, Bangladesh, Filipina, serta personel militer Rusia.
Rio disebut-sebut bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia dengan imbalan kontrak awal senilai ratusan juta rupiah serta gaji bulanan puluhan juta rupiah. Ia dikabarkan memiliki kemampuan berbahasa Rusia dan Inggris, yang membuatnya dipercaya menduduki posisi strategis di lapangan.
Dalam salah satu pengakuannya, Rio menyampaikan permohonan maaf kepada atasannya di Indonesia. Ia mengklaim saat ini bertugas di garis depan konflik dan bahkan dipercaya memimpin satu peleton dengan pangkat setara Letnan Dua.
Kasus ini menuai perhatian luas, tidak hanya di internal Polri, tetapi juga masyarakat umum. Dugaan keterlibatan anggota aktif kepolisian Indonesia dalam konflik bersenjata internasional berpotensi melanggar hukum nasional maupun internasional. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa keberadaan Rio kini masuk dalam perhatian aparat penegak hukum lintas negara.










