Desersi dari Brimob, Bripda Rio Diduga Gabung Tentara Bayaran Rusia dan Masuk Radar Interpol

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh, Bripda M Rio, menjadi sorotan nasional setelah diduga nekat meninggalkan institusinya dan bergabung sebagai tentara bayaran di Rusia. Rio telah dinyatakan desersi sejak 8 Desember 2025 karena tidak kembali menjalankan tugas kedinasan tanpa keterangan yang sah.

Nama Bripda Rio mulai viral di media sosial sejak Rabu, 7 Januari 2026, usai beredarnya pesan singkat yang ia kirimkan melalui aplikasi WhatsApp kepada sejumlah rekannya sesama anggota Brimob. Dalam pesan tersebut, Rio melampirkan foto dan video yang memperlihatkan dirinya mengenakan atribut militer Rusia dan berada di wilayah konflik.

Baca Juga :  Korban Terjun dari Jembatan Aurduri I Ditemukan Meninggal di Sungai Batanghari

Dalam sejumlah rekaman video, Rio terlihat sedang beristirahat usai patroli di kawasan Donbas, wilayah konflik antara Rusia dan Ukraina. Ia juga memperkenalkan sejumlah rekan seperjuangan yang berasal dari berbagai negara, seperti Kolombia, Bangladesh, Filipina, serta personel militer Rusia.

Rio disebut-sebut bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia dengan imbalan kontrak awal senilai ratusan juta rupiah serta gaji bulanan puluhan juta rupiah. Ia dikabarkan memiliki kemampuan berbahasa Rusia dan Inggris, yang membuatnya dipercaya menduduki posisi strategis di lapangan.

Baca Juga :  Menkomdigi Meutya Hafid Tanggapi Dugaan Perekrutan Teroris Lewat Game Online

Dalam salah satu pengakuannya, Rio menyampaikan permohonan maaf kepada atasannya di Indonesia. Ia mengklaim saat ini bertugas di garis depan konflik dan bahkan dipercaya memimpin satu peleton dengan pangkat setara Letnan Dua.

Kasus ini menuai perhatian luas, tidak hanya di internal Polri, tetapi juga masyarakat umum. Dugaan keterlibatan anggota aktif kepolisian Indonesia dalam konflik bersenjata internasional berpotensi melanggar hukum nasional maupun internasional. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa keberadaan Rio kini masuk dalam perhatian aparat penegak hukum lintas negara.

Berita Terkait

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan
Polri Siapkan Regulasi Khusus Peredaran Whip Pink Usai Kasus Kematian Influencer Lula Lahfah
Kapolres Sleman Akui Kekeliruan, Minta Maaf atas Penetapan Tersangka Hogi Minaya
Aksi Buruh Warnai Balai Kota, Gubernur Tegaskan UMP DKI 2026 Telah Final
Pemerintah Pusat Siap Bangun Fly Over Padang Luar, Solusi Permanen Atasi Kemacetan Kronis Agam
Memahami Peran Kompolnas: Mitra Presiden, Bukan Pengawas Kepolisian
Pemprov DKI Jamin Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: “Lebih Baik Saya Jadi Petani”

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:45 WIB

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:49 WIB

Polri Siapkan Regulasi Khusus Peredaran Whip Pink Usai Kasus Kematian Influencer Lula Lahfah

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:06 WIB

Kapolres Sleman Akui Kekeliruan, Minta Maaf atas Penetapan Tersangka Hogi Minaya

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:00 WIB

Aksi Buruh Warnai Balai Kota, Gubernur Tegaskan UMP DKI 2026 Telah Final

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:00 WIB

Pemerintah Pusat Siap Bangun Fly Over Padang Luar, Solusi Permanen Atasi Kemacetan Kronis Agam

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB