Bupati kerinci Monadi ingatkan masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin memecah belah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pribhumi.com, Kerinci – Sejak dua hari terakhir, puluhan Warga Desa Pulau Pandan, Kecamatan Danau Kerinci, turun ke jalan memblokir proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), anak perusahaan Bukaka Group. Jumat (22/8).

Pantauan di lapangan sejak pukul 08.00 WIB, puluhan warga sudah berjaga di pintu masuk proyek dekat Jembatan Desa Tanjung Batu. Aparat gabungan Polres Kerinci, Polda Jambi, dan Kodim 0417/Kerinci ikut disiagakan.

Aksi protes ini bukan yang pertama. Warga Pulau Pandan sudah berulang kali menuntut PT KMH agar menyelesaikan kompensasi lahan terdampak. Dan terkait hal tersebut PT.KMH bergerak cepat Untuk mengantisipasi dan menyelesaikan potensi gesekan sosial, Tim Terpadu (Timdu) Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Kerinci yang dipimpin langsung Bupati kerinci Monadi, bersama Polda Jambi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Senin (11/08/2025) bertempat di Aula Hotel Grand Kerinci.

Pada Rakor tersebut dihadiri Karo Ops Polda Jambi, Dir Intelkam Polda Jambi, Bupati Kerinci, Kapolres Kerinci, Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Kodim 0417 Kerinci, Humas PT. KMH, serta perwakilan masyarakat kedua desa.

Baca Juga :  Tiga Sekolah internasional di Tangsel dan Jakut di Teror Bom

Dimana isi dari Rakor tersebut telah sepakat bahwa PT KMH akan memberikan Kompensasi sebesar 5jt Rupiah /KK untuk kedua belah Desa, dan akan disalurkan langsung oleh Timdu yang berdasarkan Kesepakatannya akan disalurkan paling lambat tanggal 19 Agustus 2025.

Namun Pada Kamis (21/8) Masyarakat kembali menggelar aksi Demo yang tak terbendung kan, Aksi lempar-lempar Batu dan Dorong-dorong pun terjadi sehingga menyebabkan satu unit mobil warga rusak terkena lemparan,  kericuhan tersebut membuat Pihak Kepolisian menembakkan Gas air mata, guna meredam sedikit Protes warga.

Situasi kian memanas, Dikabarkan sebanyak tujuh orang pendemo diamankan aparat. Penahanan ini justru memicu kekecewaan baru di tengah warga yang merasa perjuangan mereka semakin ditekan. “Kami sudah bosan dijanjikan. Kami minta Humas PLTA, Aslori, datang langsung ke sini. Jangan cuma rapat di kantor tanpa hasil. Kami ingin dengar janji perusahaan di depan mata,” tegas seorang emak-emak lain dengan nada geram.

Dan warga pun mulai melakukan pemblokiran jalan Sehingga membuat akses jalan umum terganggu, Merespon hal tersebut Bupati kerinci Monadi didampingi Dandim 0417 Kerinci Eko Budiarto bersama Dinas terkait Terjun ke lokasi dan menemui warga, Ia memohon Kerjasama warga untuk lebih kooperatif sehingga dirinya bisa membantu menyelesaikan konflik saat ini.

Baca Juga :  Kemenbud miliki program untuk memperkuat ekosistem sastra nasional

Dan bupati monadi juga berjanji dalam waktu 3 hari kedepan warga yang ditangkap akan dibebaskan, dan menjaminkan dirinya untuk mempercepat proses pembebasan 7 orang warga tersebut, dengan syarat warga  yang lain jangan mudah terprovokasi.

“Aku datang kesini bukan sebagai Monadi Bae, tapi membawa nama bupati kerinci, akan kujaminkan diriku untuk membebaskan warga kito, dalam waktu tigo hari, Namun segala sesuatunya butuh proses yang harus Sayo lalui, karena sudah berkaitan dengan hukum, Dan Sayo jugo sampaikan ke kayo-kayo untuk tolong janganlah mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah”, Tutur monadi dengan suara lantang, seraya memohon.

Setelah mendengarkan pernyataan Bupati kerinci Monadi, Masyarakat kembali membuka pemblokiran jalan, Pembukaan blokir jalan sempat diwarnai Tangis histeris dari keluarga warga yang yang ditangkap, namun akses jalanpun kembali bisa dilewati dan digunakan masyarakat umum.

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Lapor SPT via Coretax, Direktorat Jenderal Pajak Teliti Validitas dan Kelengkapan Data Wajib Pajak
Speedboat Wisata Alami Kecelakaan di Danau Kerinci, Kemudi Patah Picu Insiden
DLH Akui Lonjakan Sampah, Penanganan Masih Jadi Tantangan
BMKG: Waspada Hujan Petir di Kerinci dan Sungai Penuh Sore Ini
Al Haris Geram BBM Subsidi Disalahgunakan untuk Tambang Ilegal di Jambi
Solidaritas Kemanusiaan: Karang Taruna Tunas Jaya dan PP-TLS Galang Donasi Terbuka untuk Korban Kebakaran di Koto Datuk
Breaking News! Api Melahap 3 Rumah di Desa Koto Datuk, Warga Panik

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Rabu, 1 April 2026 - 23:59 WIB

Lapor SPT via Coretax, Direktorat Jenderal Pajak Teliti Validitas dan Kelengkapan Data Wajib Pajak

Senin, 30 Maret 2026 - 23:52 WIB

Speedboat Wisata Alami Kecelakaan di Danau Kerinci, Kemudi Patah Picu Insiden

Senin, 30 Maret 2026 - 17:00 WIB

DLH Akui Lonjakan Sampah, Penanganan Masih Jadi Tantangan

Senin, 30 Maret 2026 - 11:00 WIB

BMKG: Waspada Hujan Petir di Kerinci dan Sungai Penuh Sore Ini

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB