Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Belum Cair? Ini Penyebab dan Cara Cek Status Penerima

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Memasuki periode penyaluran bantuan sosial tahap kedua tahun 2026 untuk April hingga Juni, banyak masyarakat mulai mempertanyakan pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang belum juga masuk ke rekening penerima manfaat.

Sejumlah warga mengaku sebelumnya rutin menerima bantuan, namun pada tahap kedua kali ini dana bansos belum cair bahkan nama penerima disebut hilang dari sistem. Pemerintah melalui Kementerian Sosial kini melakukan proses verifikasi data secara lebih ketat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut data penerima bansos bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru masyarakat.

“Ada yang sebelumnya tidak menerima sekarang menerima, dan ada yang sebelumnya menerima tetapi masuk kategori inclusion error sehingga tidak menerima lagi,” ujarnya.

Penyebab PKH dan BPNT Tahap II 2026 Tidak Cair

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan bantuan sosial PKH dan BPNT belum cair atau dihentikan:

1. Data Tidak Sinkron dengan DTSEN

Penyaluran bansos kini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Jika terdapat kesalahan data seperti NIK atau nomor KK yang tidak sesuai dengan database Dukcapil, sistem otomatis akan menangguhkan pencairan bantuan.

Baca Juga :  fuji kapok kecolongan miliaran rupiah, kini pilih terbuka dengan orang tua

2. Terdeteksi Memiliki Cicilan Aktif

Kementerian Sosial kini terintegrasi dengan data keuangan dari OJK dan BI Checking. Jika dalam satu keluarga terdapat cicilan aktif seperti kredit kendaraan, pinjaman bank, paylater, atau pinjaman online, sistem dapat menilai keluarga tersebut sudah tidak masuk kategori rentan miskin.

3. Kondisi Ekonomi Dinilai Meningkat

Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap kondisi ekonomi penerima bansos. Beberapa indikator yang menjadi penilaian antara lain:

Memiliki penghasilan tetap

Usaha berkembang

Memiliki kendaraan atau aset tertentu

Rumah dinilai layak dan sejahtera

Jika kondisi ekonomi dianggap meningkat, bantuan dapat dihentikan.

4. Ada Anggota Keluarga Berstatus ASN atau Bergaji di Atas UMP

Bantuan sosial juga dapat dicoret apabila ada anggota keluarga yang bekerja sebagai ASN, TNI, Polri, atau memiliki gaji setara maupun di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan.

5. Komponen PKH Sudah Tidak Memenuhi Syarat

Khusus penerima PKH, bantuan diberikan berdasarkan komponen tertentu seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas berat.

Baca Juga :  Benjamin Sesko Diproyeksikan Jadi Pilar Utama Manchester United

Jika dalam keluarga sudah tidak ada lagi komponen tersebut, maka bantuan PKH otomatis dihentikan meskipun masih berpeluang menerima BPNT.

6. Penyaluran Masih Bertahap atau Gagal Cek Rekening

Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap di setiap wilayah. Karena itu, belum cair bukan berarti bantuan dicabut.

Namun jika muncul status “Gagal Cek Rekening”, berarti terdapat ketidaksesuaian data antara bank penyalur Himbara dengan data Kemensos sehingga pencairan tertunda.

Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT 2026

Masyarakat dapat melakukan pengecekan status bansos secara mandiri melalui situs resmi [Cek Bansos Kemensos](https://cekbansos.kemensos.go.id?utm_source=chatgpt.com)

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka situs resmi cek bansos Kemensos

2. Pilih wilayah sesuai alamat penerima manfaat

3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP

4. Ketik kode captcha yang muncul

5. Klik tombol “Cari Data”

6. Sistem akan menampilkan status penerima bansos

 

Masyarakat diimbau memastikan data kependudukan tetap valid dan sesuai dengan Dukcapil agar proses pencairan bantuan sosial berjalan lancar.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Mari Ulurkan Tangan: Muhammad Farlan, Remaja 17 Tahun di Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang
PT Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis untuk 50 Anak di Batang Merangin
Batas Akhir Pencairan Bansos Juni 2026, Simak Jadwal dan Cara Cek Penerima PKH-BPNT Kemensos
Polda Jambi Salurkan Ribuan Paket Sembako Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wujud Kepedulian untuk Masyarakat
Warga Tambak Tinggi dan Sekungkung Diimbau Waspada, Anjing Diduga Terjangkit Rabies Berkeliaran dan Serang Sejumlah Korban
HMI Kerinci–Sungai Penuh Galang Bantuan untuk Korban Kebakaran di Simpang Belui
IPPKM Indonesia Buka Donasi Kemanusiaan untuk Heri Yanto, Warga Kerinci yang Sakit Menahun
Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:59 WIB

Mari Ulurkan Tangan: Muhammad Farlan, Remaja 17 Tahun di Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:00 WIB

PT Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis untuk 50 Anak di Batang Merangin

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:22 WIB

Batas Akhir Pencairan Bansos Juni 2026, Simak Jadwal dan Cara Cek Penerima PKH-BPNT Kemensos

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:00 WIB

Polda Jambi Salurkan Ribuan Paket Sembako Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wujud Kepedulian untuk Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 15:27 WIB

Warga Tambak Tinggi dan Sekungkung Diimbau Waspada, Anjing Diduga Terjangkit Rabies Berkeliaran dan Serang Sejumlah Korban

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB