Bahlil: Harga Minyak Tembus US$100, APBN Masih Kuat Tahan Subsidi BBM

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memiliki kemampuan untuk menahan dampak lonjakan harga minyak dunia, termasuk jika harga menyentuh angka US$100 per barel.

Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas melalui kebijakan subsidi energi. Ia menyebutkan, meskipun harga minyak global mengalami kenaikan signifikan dari kisaran rata-rata US$70 menjadi US$100 per barel, kondisi tersebut masih berada dalam batas yang dapat ditanggung oleh APBN.

Baca Juga :  Kenali 7 Jenis Sertifikat Tanah di Indonesia, Jangan Sampai Salah Pilih!

“Negara akan tetap hadir dalam memberikan subsidi. Untuk besaran subsidi, tentu akan disesuaikan dengan perkembangan geopolitik global. Namun jika harga mencapai US$100 per barel, sejauh ini masih dalam koridor APBN dan masih bisa dikelola,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (17/3/2026).

Ia juga memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan, setidaknya hingga setelah periode Hari Raya. Sementara itu, harga BBM non-subsidi akan tetap mengikuti mekanisme pasar.

Baca Juga :  PHK sejumlah Karyawan, Kekayaan Presiden Direktur PT Gudang Garam Tbk Semakin terkikis

Pemerintah, lanjutnya, berupaya agar beban kenaikan harga energi tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan subsidi akan terus dipertahankan sebagai bentuk perlindungan sosial.

Selain menjaga harga, pemerintah juga memberi perhatian besar terhadap ketersediaan pasokan energi nasional. Bahlil menegaskan bahwa stok BBM, termasuk LPG, bensin, dan solar, harus tetap aman agar tidak terjadi kelangkaan di berbagai daerah.

“Yang terpenting adalah memastikan pasokan tetap tersedia. Kita tidak ingin ada kelangkaan energi di Indonesia,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap
Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan
WFH Setiap Jumat Digagas Pemerintah, Strategi Hemat BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi
Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.995 per Dolar AS, Sentimen Global Masih Menekan
Purbaya Tegur Ekonom Soal Isu Ekonomi Hancur: Jangan Sebar Ketakutan Tanpa Data
Konflik Timur Tengah Tekan Harga Emas, Beralih ke Dolar Jadi Tren

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Rabu, 1 April 2026 - 19:53 WIB

Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap

Rabu, 1 April 2026 - 11:00 WIB

Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:00 WIB

WFH Setiap Jumat Digagas Pemerintah, Strategi Hemat BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB