Kenali 7 Jenis Sertifikat Tanah di Indonesia, Jangan Sampai Salah Pilih!

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Pemahaman mengenai jenis-jenis sertifikat tanah di Indonesia sangat penting bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin membeli atau memiliki properti. Setiap sertifikat memiliki kekuatan hukum, fungsi, serta jangka waktu yang berbeda.

Mengacu pada informasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), terdapat tujuh jenis sertifikat tanah yang umum digunakan di Indonesia. Perbedaan masing-masing sertifikat akan menentukan hak kepemilikan, peruntukan, hingga masa berlaku atas tanah tersebut.

Pengaturan mengenai hak atas tanah di Indonesia sendiri berlandaskan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Melalui sistem pendaftaran tanah, setiap bidang yang telah terdaftar akan memiliki sertifikat resmi sebagai bukti kepemilikan yang sah dan berkekuatan hukum.

Berikut penjelasan lengkap tujuh jenis sertifikat tanah yang perlu diketahui:

1. Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sertifikat Hak Milik merupakan jenis hak atas tanah yang paling kuat dan penuh. Kepemilikan ini hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia serta bersifat turun-temurun tanpa batas waktu, selama tanah digunakan sesuai fungsinya. SHM umumnya digunakan untuk kepemilikan rumah tinggal atau lahan pribadi.

Baca Juga :  BPKB Elektronik Mulai Diterapkan, Seluruh Kendaraan Ditargetkan Gunakan e-BPKB pada 2028

2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

SHGB memberikan hak kepada pemegangnya untuk mendirikan dan memiliki bangunan di atas tanah yang bukan miliknya. Hak ini berlaku maksimal 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga 20 tahun. SHGB banyak digunakan dalam pembangunan perumahan, apartemen, maupun kawasan komersial.

3. Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU)

SHGU diperuntukkan bagi kegiatan usaha berskala besar seperti perkebunan, pertanian, atau peternakan. Hak ini berlaku hingga 35 tahun dan dapat diperpanjang selama 25 tahun. Biasanya, sertifikat ini dimiliki oleh perusahaan atau badan hukum.

4. Sertifikat Hak Pakai

Hak Pakai memberikan kewenangan untuk menggunakan atau mengambil manfaat dari suatu tanah. Hak ini dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia, badan hukum, instansi pemerintah, bahkan orang asing dalam kondisi tertentu. Masa berlaku umumnya 25 tahun dan bisa diperpanjang hingga 20 tahun, tergantung kebijakan.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah Tekan Harga Emas, Beralih ke Dolar Jadi Tren

5. Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL)

HPL merupakan hak penguasaan tanah oleh negara yang diberikan kepada instansi pemerintah atau badan tertentu untuk dikelola. Tanah dengan status ini biasanya digunakan untuk pengembangan kawasan seperti industri, pelabuhan, atau wilayah kota. Pemegang HPL dapat bekerja sama dengan pihak lain melalui hak turunan.

6. Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS)

Jenis sertifikat ini digunakan untuk kepemilikan hunian vertikal seperti apartemen atau rumah susun. SHMSRS mencakup kepemilikan unit hunian sekaligus bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama yang digunakan secara kolektif oleh penghuni.

7. Sertifikat Tanah Wakaf

Sertifikat ini digunakan untuk tanah yang telah diwakafkan untuk kepentingan sosial atau keagamaan. Tanah wakaf tidak dapat diperjualbelikan karena peruntukannya bersifat tetap, seperti untuk pembangunan masjid, sekolah, atau fasilitas sosial lainnya.

Dengan memahami berbagai jenis sertifikat tanah tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih cermat dalam menentukan status kepemilikan lahan serta menghindari potensi sengketa di kemudian hari.

 

Berita Terkait

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat
Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan
Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif
39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK
Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP
Ekspor SDA Satu Pintu Resmi Berlaku, Pengusaha Ajukan Enam Masukan untuk Pemerintah
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Prabowo: Indonesia Kaya SDA dan Sudah Swasembada Pangan, Saatnya Nilai Tambah Dinikmati Rakyat

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:00 WIB

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:00 WIB

39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB