KERINCI, Pribhumi.com — Prestasi membanggakan ditorehkan seorang pelari asal Bandung, Arif, yang berhasil mencapai puncak Gunung Kerinci hanya dalam waktu tiga jam pada ajang Kerinci 100 2026.
Kompetisi lari lintas alam berskala internasional tersebut resmi dimulai pada Sabtu (4/4/2026) dan langsung menyedot perhatian publik. Keberhasilan Arif dinilai luar biasa mengingat medan Gunung Kerinci yang dikenal berat, dengan jalur curam, berbatu, serta kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah.
Sejak awal perlombaan, Arif tampil konsisten dengan menjaga ritme lari di jalur pendakian. Ia mampu melampaui sejumlah peserta lainnya, termasuk pelari dari luar negeri.
“Alhamdulillah, medannya memang berat, tapi saya berusaha tetap fokus,” ujar Arif usai mencapai garis finis.
Ia juga mengungkapkan bahwa dukungan masyarakat di sepanjang rute menjadi motivasi tambahan baginya untuk terus melaju.
“Antusiasme warga sangat terasa, itu yang membuat kami semakin semangat,” tambahnya. Arif pun berharap dapat kembali berpartisipasi jika ajang ini digelar di masa mendatang.
Kerinci 100 sendiri merupakan event lari trail yang menantang peserta menaklukkan jalur pegunungan dengan jarak dan elevasi ekstrem. Keberhasilan Arif semakin menegaskan kemampuannya sebagai atlet trail yang patut diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk mencintai olahraga alam terbuka dan berprestasi.
Ratusan Pelari dari 12 Negara
Tercatat sebanyak 243 pelari ikut ambil bagian dalam Kerinci 100 tahun ini. Dari jumlah tersebut, 187 peserta berasal dari Indonesia, sementara 56 lainnya merupakan pelari mancanegara dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Rusia, Belanda, Jepang, dan Korea Selatan.
Secara keseluruhan, peserta berasal dari 12 negara, menandakan tingginya minat internasional terhadap event ini.
Pusat kegiatan dipusatkan di Lapangan M10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Pelepasan peserta dilakukan oleh Bupati Kerinci Monadi bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Monadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara, mulai dari panitia, sponsor, relawan, hingga masyarakat.
“Kerinci 100 bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi alam dan pariwisata Kerinci ke tingkat global,” ujarnya.
Rute lomba menawarkan pengalaman unik dengan melintasi hamparan perkebunan teh Kayu Aro, permukiman warga, hingga jalur ekstrem di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menuju puncak Gunung Kerinci.
Panitia menyediakan empat kategori lomba, yaitu 12 km, 30 km, 70 km, dan 100 km, dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, termasuk kategori ultra trail yang menguji ketahanan fisik dan mental peserta.
Selain meningkatkan citra Kerinci di mata dunia, event ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, mulai dari sektor penginapan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, Kerinci 100 diharapkan menjadi agenda tahunan berskala internasional yang semakin besar serta memperkuat posisi Kabupaten Kerinci sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia.











